Suka Duka Satpol-PP saat Lakukan Penertiban untuk Cegah Penularan Covid-19

Kabar Baik dari Batam

Suka Duka Satpol-PP saat Lakukan Penertiban untuk Cegah Penularan Covid-19

2 min read

BANYAK masyarakat meminta petugas, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemko Batam, tegas menindak pelanggar protokol Covid-19. Sebab sosialisasi sudah kerap dilakukan.

Namun adakalanya juga petugas penegak peraturan daerah ini mengalami dilema. Tegas salah, tak tegas apa lagi. Namun karena sudah tugas, apapun dihadapi.

Pengalaman inilah yang dikisahkan Kabid Tramtib Satpol-PP Kota Batam Imam Tohari, selama bertugas bersama anggotanya, untuk memutus penyebaran Covid-19 di Batam. Salah satunya melarang warga kumpul-kumpul di kafe atau rumah makan.

“Selain warga, kadang kami menemukan pemilik warung yang bandel. Sudah diminta agar jangan menerima makan di tempat, masih saja dilanggar,” ujar Imam.

Seperti yang dialami anggotanya saat menertibkan warung di sekitar Batam Center belum lama ini.

Awalnya petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam mendapat laporan warga, bahwa di warung makan tersebut masih banyak orang yang nongkrong.

Tim pun langsung datang memeriksa. Ternyata memang benar. Maka kemudian diberi peringatan.

“Kami sampaikan agar tak menyediakan kursi yang menimbulkan kerumunan massa atau tempat nongkrong,” jelas Imam.

Ternyata ada laporan lagi dari masyarakat, bahwa peringatan pertama ini tak digubris. Tim Satpol PP pun kembali datang, dan memberi peringatan lagi. Mereka pun paham. Tapi rupanya dilanggar lagi.

Akhirnya Satpol PP datang lagi dan memberikan peringatan lagi. Karena sudah berulangkali, sampai-sampai ada seorang anggota Satpol PP terbawa emosi dan berkata yang dinilai kurang pas.

“Anggota itu langsung saya tegur. Apapun alasannya, tetap kurang pas bersikap seperti itu,” jelas Imam.

Tak hanya menegur, Imam pun menasihati anggotanya agar peristiwa tersebut tak lagi terulang. “Saya pun akhirnya menemui manajemen rumah makan tersebut dan meminta maaf atas kejadian ini. Syukurlah, menejemen mengerti dan memaafkan,” jelasnya.

Hikmah dari kejadian ini, pengelola rumah makan langsung mengurangi kursi pengunjung dan memasang sapanduk untuk mengutamakan layanan bawa pulang.

“Intinya kita berharap semua pihak bisa mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Batam ini,” terangnya.

Sejauh ini Pemko Batam dengan berbagai pertimbangan memang masih mengizinkan tempat usaha untuk tetap menjalankan aktivitas bisnisnya, namun harus memperhatikan protokol kesehatan.

Misalnya mengutamakan pelayanan bawa pulang. Kalupun menyediakan tempat makan/minum, harus menjalakan protokol Covid-19 secara ketat, seperti menyiapkan pengukur suhu, mencuci tangan, menjaga jarak (physical distancing) antara sesama pengunjung, maupun pramusaji dan pengunjung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.