Embun Pagi Ramadan

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Ramadan

2 min read

INI kisah Ilmu yang membuat seorang ulama diperebutkan dua kerajaan besar di zamannya. Kisah ini dinukil dari buku “Jejak Para Tabiin” karya Dr Abdurrahman Ra’fat al Basya.

Ia salah satu generasi tabiin dan derajatnya tinggi karena keilmuan yang ia miliki. Dilahirkan dengan nama Amir bin Syuarahabil Huimairi atau lebih tershoror dengan nama Asy ‘Sya’bi.

Ia adalah sosok yang cerdas, kuat hafalannya, analisis tajam dan bagus dipahami juga menjadi salah satu ulama Kufah yang tersohor di masanya.

Suatu hari Asy Sya’bi diutus oleh Khalifah Malik bin Marwan untuk membantu Kaisar Romawi.

Saat bertemu dengan kaisar, Sy Sya’bi menerangkan maksud kedatatangannya dengan jelas dan menjelaskan urusan itu dengan begitu detil. Tak disangka hal itu membuat Kaisar Romawi sangat kagum atas kecerdasan, keluasan wawasan dan cara bicaranya. Kemudian Kaisar memintanya untuk tinggal lebih lama.

Dalam sejarah, hal ini tidak pernah dilakukan Kaisar terhadap pejabat manapun. Singkat cerita, Asy Sya’bi pun menerima tawaran itu. Hingga beberapa waktu, akhirnya Asy Sya’bi meminta izin untuk pulang.

Kaisar Romawi kemudian berkata sambil menunggu sebelum memperbolehkan pulang, “Apakah kamu dari keturunan para raja?”

“Tidak! Aku seperti kaum muslimin lainnya, Tuanku,” jawab Asy Sya’bi.

Sebelum pulang kaisar menitipkan sesuatu untuk Asy, Sya’bi. “Jika sudah sampai, berikanlah surat ini ke Khalifah Malik bin Marwan,” kata Kaisar.

Setelah sampai di Damaskus Asy Sya’bi kemudian menghadap Malik bin Marwan dan memberikan surat tersebut. Kemudian pulang ke rumah.

Khalifah Malik bin Marwan penasaran dan membuka surat dari kaisar Romwi. Setelah membacanya ia kemudian meminta pengawal istana untuk menjemput Asy Sya’bi.

“Tahukah kamu isi surat ini,” tanya Khalifah Malik kepada Asy Sya’bi.

“Tidak wahai Khalifah,” jawabnya singkat.

Khalifah kemudian berkata,”Dalam surat ini Kaisar Romawi berkata, ‘Saya heran bangsa Arab mau mengangkat raja selain orang ini (Asy Sya’bi).” Sontak, Asy Sya’bi diam.

Khalifah lalu melanjutkan ucapannya. “Tahukan kamu, kenapa Kaisar menulis surat seperti itu?” tanya Khalifah

“Tidak tahu,” jawab Asy Sya’bi singkat.

“Dia menuli surat ini karena iri padaku. Ia iri karena aku punya pendamping sepertimu. Lalu dia suka memancing kecemburuanku agar kamu bisa kembali menemani sang Kaisar,” tutupnya.

Konon, percakapan antara ulama dan Khalifah Abdul Malik ini sampai ke telinga kaisar Romawi, ia membenarkan perkataan Khalifah ini. ***
—————-
Sumber: islami.co
Judul artikel: Kisah Ulama yang Diperebutkan Kaisar dan Sultan
Penulis: Nurul Huda

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.