Embun Pagi Ramadan 7

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Ramadan 7

1 min read

SUATU hari ada seorang saleh yang sedang menempuh suatu perjalanan. Tak di sangka dia bertemu seorang penjual daging panggang yang sedang membakar daging di atas bara api.

Orang saleh tadi tiba-tiba menangis tersedu-sedu, sehingga membuat laki-laki pemanggang daging itu bertanya-tanya.

“Wahai saudaraku, apa yang membuatmu menangis tersedu-sedu seperti ini? Apakah kau menginginkan daging panggang ini?” tanya si pedagang.

Orang saleh itu tadi itu kemudian menjawab. “Tidak, aku sama sekali tidak menginginkan daging panggang itu,” jelasnya.

“Lalu apa yang membuatmu menangis sedari tadi?” tanya si penjual daging panggang penasaran.

Sambil terus terisak dalam tangisannya, orang saleh tadi mengutarakan apa musabab dari tangisannya itu.

“Aku menangis karena manusia memanggang daging hewan di atas bara api dalam keadaan hewan itu sudah mati tak bernyawa. Sementara manusia, termasuk diriku sendiri, suatu saat nanti akan dipanggang bahkan dimasukkan api dalam keadaan hidup-hidup,” ujar orang saleh tadi sambil terus menangis.

Si penjual daging panggang itu pun lalu terdiam mendengar kata-kata orang saleh tersebut. Tampaknya ia benar-benar meresapi apa yang disampaikan orang saleh tadi.***
____________
KIsah kali ini datang dari kitab “Anisul Mu’minin”, karya Syaikh Shafwak Sa’dallah al-Mukhtar tentang orang saleh menangis saat melihat daging panggang.
Sumber: islami.co
Penulis: Mukhammad Lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *