Embun Pagi Ramadan 9

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Ramadan 9

2 min read

SUATU hari dalam perjalanan ibadah haji, Abu Amar singgah di sebuah gang daerah Kufah, Irak.

Pada malam harinya ia menyusuri gang untuk sebuah keperluan yang mendesak. Namun hal aneh terjadi, tiba-tiba dirinya merasakan berada di sebuah rumah yang besar dan mendengar suara.

“Wahai Tuhan dengan Kemuliaan-Mu dan keagungan-Mu sungguh aku tak ingin dengan maksiatku memungkiri-Mu. Aku melakukan maksiat itu bukan karena kebodohanku, tapi karena kekeliruanku. Aku telah terkelabui oleh kemurahan-Mu untuk tertolong dengan kedurhakaanku. Maka aku bergelimang maksiat karena kebodohanku. Dan kini aku memohon kepada-Mu menerima uzurku. Jika tidak, betapa panjang dan sedih yang harus kutanggung.”

Kemudian suasana menjadi sepi. Saat itulah Abu Amar melantunkan ayat Alquran. Terjemahannya sebagai berikut:

“Wahai orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang kayu bakarnya manusia dan batu-batu. Di sanalah para malaikat bengis dan dahsyat, tak pernah membantah apa yang Allah tugaskan kepada mereka dan melaksanakan semua yang diperintahkan.”

Setelah bacaan tersebut, terdengarlah suara lolongan keras. Sesaat kemudian berhenti dan keadaan menjadi senyap kembali.

Abu Amar kemudian pulang kembali ke tempat persinggahannya.

Esok harinya terdengar suara tangis. Abu Amar melihat banyak orang yang melayat.

Setelah mendekat Abu Amar melihat dengan jelas seorang ibu sedang meratapi anaknya yang telah meninggal. Ibu itu berkata,

“Semoga orang yang membacakan ayat tentang azab yang didengar anakku tadi malam tak dibalas oleh Allah SWT. Padahal anakku sedang menunaikan salat malam dan ketika mendengar ayat itu anakku mati kejang.”

Abu Amar kaget, tetapi ia hanya termenung sendirian. Malam harinya ia bermimpi bertemu dengan anak muda tersebut.

“Bagaimana? Apa yang engkau alami,” tanya Abu Amar dalam mimpi.

“Allah Ta’ala memperlakukanku sebagai pahlawan perang Badar,” katanya.

“Bagaimana bisa begitu?” sahut Abu Amar.

“Pada pahlawan perang Badar gugur orang kafir, sedangkan aku mati oleh pedang Tuhan yang Maha Pengampun.”

Ternyata anak muda yang mengaku telah bergelimang maksiat tersebut meninggal setelah bertaubat. Abu Amar yang membacakan ayat taubat-lah menjadi perantaranya. ***
————
Sumber: islami.co
Penulis: Nurul Huda
Kisah ini Dinukil dari buku Kitab Usfuriyah : Kisah -kisah Hikmah dari Lektur Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.