Embun Pagi Ramadan 11

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Ramadan 11

2 min read
SETELAH Amirul Mukminin Abu Bakar wafat, amanat kehalifahan selanjutnya dipegang oleh Umar bin Khattab.

Umar menjabat sebagai khalifah kaum muslimin dalam rentang waktu yang cukup lama tanpa mendapatkan gaji dari Baitul mal. Hingga dia mengalami kondisi yang sulit. Ia lantas bermusyawarah dengan para sahabat Rasulullah.

Umar bertanya, “Saya telah bekerja dalam urusan ini, apa yang pantas saya terima?”

Ustman menjawab, “Makanlah dan beri makanlah dari Baitul mal.”

Lalu Umar bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, bagaimana menurutmu? Ali menjawab, “Ambillah untuk makan siang dan makan malam, maka Umar pun mengambil untuk keperluan itu.

Umar menceritakan kondisinya setelah kaum muslimin menetapkan untuk mengatur jumlah gaji.

“Halal bagiku 2 potong pakaian, 1 untuk musim dingin dan satu lagi untuk musim panas. Juga pakaian untuk haji dan umrah, makananku dan makanan keluargaku sama dengan makanan seorang Quraisy yang bukan dari golongan kaya dan miskin, selebihnya saya hanyalah salah satu dari kaum muslimin mengalami apapun yang mereka alami,” kata Umar.

“Saya memposisikan diri di hadapan harta milik Allah seperti memandang harta anak yatim, jika saya telah merasa cukup, tidak menggunakannya. Jka membutuhkan, saya menggunakannya dengan cara yang baik,” ucap Umar bin Khattab.

Kondisi tersebut berlanjut tanpa ada perubahan meskipun harta yang melimpah berserakan dihadapannya dan kekayaan ke kaisaran Persia berada di bawah kekuasaannya.

Putranya Umar, Abdullah mengatakan, sang ayah memberi makan dirinya dan keluarga serta memakai pakaian di musim panas yang diambil dari Baitul mal.

Apabila ada sarungnya yang robek dia segera menambalnya. Dia tidak menggantinya hingga datang masa yang baru meski perolehan harta pada tahun itu melimpah.

“Pakaiannya sepanjang yang saya tahu, lebih jelek daripada tahun lalu,” ujar Ibnu Umar.

Jawaban Umar
Hafsah pernah mempertanyakan hal itu. Umar menjawab, “Saya mendapat pakaian dari harta kaum muslimin ini sudah cukup bagiku.”

Jika Umar memiliki suatu kebutuhan, langsung mendatangi penjaga Baitul mal dan berhutang kepadanya. Bahkan seringkali dalam keadaan sulit, ia didatangi penjaga Baitul maal untuk menagih hutangnya.

Umar pun meminta penjadwalan ulang untuk pelunasan tanggungannya, dan terkadang ketika gajinya keluar langsung digunakan untuk membayar utang. ***
______
Sumber: liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *