Catatan Jurnalistik saat Ikut HMR Blusukan Malam Hari Memutus Covid-19 di Batam (1)

Kabar Baik dari Batam

Catatan Jurnalistik saat Ikut HMR Blusukan Malam Hari Memutus Covid-19 di Batam (1)

2 min read

“Leiden is lijden: memimpin adalah menderita. Maksud pepatah Belanda ini menggambarkan keikhlasan para pemimpin untuk rela menderita demi rakyat yang dipimpinnya.
____________

SUARA sirene meraung-raung memecah keheningan malam. Puluhan mobil melaju beriringan di jalan raya. Gelap malam berubah biru, terbias kerlip cahaya dari rotator penyampai isyarat.

Iring-iringan kendaraan terlihat melaju lambat, menuju tempat yang sudah sesuai sepakat.

Mobil-mobil itu berisi ratusan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam. Tim yang dipimpin Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini hendak menyisir pusat-pusat keramaian di Batam, Sabtu (2/5) malam.

Dari kejauhan, mobil SUV Toyota Land Cruiser melaju di barisan depan, tepat di belakang mobil polisi yang mengawal.

Setibanya di tempat tujuan, pria berbaju putih, berlengan panjang, lengkap dengan masker dan sarung tangan berbahan karet di tangan, keluar dari mobil berwarna hitam itu.

Lelaki itu adalah Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR). Malam itu, dengan masih mengenakan peci hitam dan celana hitam, ia tampak tegap berjalan menuju pusat keramaian di kawasan Mega Legenda, Batam Centre.

Pria 56 tahun itu mengedarkan pandangan, mengawasi tempat duduk di salah satu pusat tongkrongan di kawasan itu. Meja demi meja ia perhatikan, hingga kakinya melangkah ke satu meja dan kursi yang diduduki pelanggan.

Sepuluh jari ia katupkan di depan dada, kalimat salam ia lontarkan. Sejurus kemudian, ia memberi nasihat pada warganya yang duduk di tempat tersebut (lihat foto).

Penuh kesopanan, edukasi dan imbauan agar warga tetap berada di rumah, runtut ia sampaikan, berharap warganya mengindahkan.

“Usahakan kalau makan, dibawa pulang. Kita sama-sama ingin masalah Covid-19 cepat selesai. Kalau makin banyak yang sakit lagi, makin lama kita seperti ini. Kan kasihan,” nasihat suami Hj Marlin Agustina (HMA) mengalir penuh santun dan direspons positif warga kota yang sedang ia pimpin ini.

Tak hanya itu, Rudi juga menyampaikan imbauan-imbauan agar warga bersama pemerintah dalam menangani virus yang dengan cepat menular ini. Salah satunya, menjaga jarak (social distancing), hingga menghindari kerumunan atau berkumpulnya massa.

Malam makin larut, jam di tangan menujukkan pukul 22.15 WIB. Sejumlah kendaraan yang tadinya ramai di parkir di depan kios-kios penjual makanan, mulai terlihat sepi meninggalkan tempatnya. Semua warga patuh, mengikuti imbauan orang nomor satu di Batam itu.

“Akhir-akhir ini, kondisi Batam mulai membaik. Kita tak boleh lengah supaya tidak ada warga terjangkit Covid-19 lagi,” ujar Walikota yang memanen banyak prestasi hingga tingkat Asia di 2019 tersebut.

Dengan cara terus mengimbau warga dalam mencegah penularan Covid-19, ia berharap Batam benar-benar bebas dari penyakit ini dan kembali ke angka nol jumlah pasien. Tujuannya, demi kestabilan sosial dan ekonomi di kota yang berseberangan dengan negeri jiran; Singapura dan Malaysia ini.

(Bersambung)
________
Ditulis oleh: Tim Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *