Rumitnya Menyisir Kontak Langsung Orang Positif Covid-19, Warga Lain pun Ikut Was-was

Kabar Baik dari Batam

Rumitnya Menyisir Kontak Langsung Orang Positif Covid-19, Warga Lain pun Ikut Was-was

2 min read

SATU orang kena, satu kampung ikut diperiksa. Kalai positif langsung dikarantina.

UNTUK yang masih bandel, tak jujur, atau meremehkan Covid-19, bacalah berita ini. Agar Anda ikut merasakan bagaimana rumitnya petugas menyisir kontak langsung orang positif Covid-19. Orang sekitar pun kena imbas.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menyisir warga yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 di Batamcentre dan Sekupang, Selasa (5/5/2020).

Untuk melakukan hal ini perlu tim khusus dan baju khusus juga atau disebut alat pelindung diri (APD) sekali pakai.

Untuk wilayah Batamcentre, dilakukan rapid test bagi 105 warga Taman Raya Tahap V. Hasilnya, nonreaktif dan swab tes utk 16 org kontak primer pasien kasus 34 di RS Elisabeth Batam Kota.

“Hasilnya masih menunggu 2-3 hari dari Balai Teknik Kesehatan Lungkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kota Batam,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam H Muhammad Rudi (HMR), Selasa (5/5/2020).

Kemudian untuk wilayah Sekupang dilakukan penyisiran di wilayah Villa Sampoerna II, Delta Villa dan Tiban Lama RW 1. Hasil penyelusuran terhadap 1.145 orang.

“Di Puskesmas Tiban Baru, hasilnya didapati ODR 27 orang, OTG 18 orang, ODP 35 orang, nonreaktif 80 orang,” ujarnya.

Kemudian untuk Puskesmas Mentarau, Patam Lestari, jumlah ODR 19 orang, ODP 1 orang 20 orang dilakukan rapit tes dan dinyatakan nonreaktif.

Sementara di Tiban Indah jumlah ODR 1 orang dilakukan tapid tes dan hasilnya nonreaktif. Dan di luar wilayah kerja PKM jumlah ODR 3 orang, OTG 1 orang dan sudah dilakukan rapid tes, belum ada hasilnya.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, pihaknya juga menyemprotkan cairan disinfektan dan memberikan imbauan-imbauan kepada warga.

“Terus jaga kesehatan, tetap di rumah. Kalau ke luar pakai masker dan rutin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Kita harus membiasakan hidup disiplin,” kata HMR.

Terpisah, Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) meminta warga mematuhi untuk tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid, musalah atau langgar. Hal ini bukan melarang untuk beribadah, melainan mencegah penularan wabah.

“Tim sudah melakukan penyisiran dan rapid test di wilayah Sekupang dan Batam Centre. Kegiatan ini berkaitan dengan adanya pasien positif di Sekupang yang merupakan jemaah tablig, serta seorang marbot di Batam Centre,” ujarnya.

Menurut dia, salat secara berjamaah akan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak dan posisi yang berdekatan berpotensi besar dapat terjadi penularan bila ada salah satu jemaah yang positif Covid-19.

“Kalau ada satu jemaah yang positif, maka seluruh jemaah yang beribadah pada hari itu harus dikarantina,” ujarnya. ***
______
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.