Wawancara Doorstop dengan Wartawan soal Tarawih Berjamaah, Ini Jawaban HAM

Kabar Baik dari Batam

Wawancara Doorstop dengan Wartawan soal Tarawih Berjamaah, Ini Jawaban HAM

2 min read

SAAT akan memasuki gedung Pemerintah Kota Batam, tiba-tiba beberapa wartawan mencegat Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) sambil bertanya beberapa hal terkait perkembangan Covid-19 di Kota Batam.

Dengan senyum teduhnya, HAM pun mengajak wartawan muda tersebut duduk di teras gedung cokelat itu, lalu menjawab pertanyaan yang datang.

Menurut suami Hj Erlita Sari Amsakar ini, sekarang masih ada masyarakat yang belum patuh imbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Seperti menjalankan ibadah di rumah, menggunakan masker dan jaga jarak.

Dijelaskannya bahwa imbauan Pemko Batam tersebut dilakukan bukan karena kontra dengan kehidupan beragama, melainkan untuk melindungi.

“Kemarin saat rapat dengan tokoh agama di Batam, memang masih ada laporan masjid yang menggelar salat tarawih berjamaah. Karena itu saya akan meminta camat dan lurah untuk memberikan pemahaman lagi kepada masyrakat,” kata HAM, Selasa (5/5/2020).

Terkait imbauan pelaksanaan ibadah di rumah, dasarnya tidak hanya edaran dari Wali Kota Batam saja.

Tapi menurut dia juga mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surat Edaran Kementerian Agama dan juga intruksi maklumat Kapolri.

“Pengumpulan masa termasuk kegiatan ibadah hendaknya perhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kemudian hal itu juga berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemko Batam dan juga lintas agama serta para tokoh masyarakat Kota Batam.

Temasuk juga kesepakatan agar salat berjamaah lima waktu ataupun salat tarawih selama wabah Covid-19 agar dilakukan sendiri di rumah.

“Sedangkan untuk pengurus masjid diimbau tetap melaksaakan azan dan tadarus dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan saat ini memang masih ada beberapa masyarakat yang menganggap remeh Covid-19.

Meskipun sebenarnya sudah banyak anjuran dari pemerintah baik daerah ataupun pusat terkait hal tersebut.

Seperti halnya yang terjadi pada kasus terkonfirmasi positif 35 Kota Batam. Sebelum meninggal dan hasil swab keluar yang bersangkutan masih ikut melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid dekat rumahnya. Kemudian juga ikut membagikan sembako.

“Artinya dapat disimpulkan bahwa masih ada masyarakat yang meremehkan Covid-19 dan mengabaikan imbauan para ulama,” kata Didi. ***
_________
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *