Bersembang dengan Wakil Walikota: Melihat Covid-19 antara Mata Lebah & Mata Lalat

Kabar Baik dari Batam

Bersembang dengan Wakil Walikota: Melihat Covid-19 antara Mata Lebah & Mata Lalat

3 min read

Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) mengajak semua pihak optimistis bahwa Covid-19 di Batam ini bakal segera berlalu. Ia mengajak, memandang kasus ini harus menggunakan mata lebah, bukan mata lalat. Maksudnya bagaimana?
___________
TIM MEDIA CENTER, Batam
——————-
SIANG itu, pria berkacamata terlihat berjalan tegap dari Dataran Engku Putri Batam Centre menuju Kantor Wali Kota Batam. Sesekali, ia mengusap keringat yang menganak sungai di keningnya.

Dengan mengenakan seragam baju putih lengkap dengan masker warna senada, pria 51 tahun itu terlihat menghela nafas, lega setelah berada tempat yang teduh. Kini, ia tak lagi terjangkau teriknya sinar matahari.

Ia Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Pria kelahiran Sungai Buluh, Singkep Barat, Kabupaten Lingga itu baru selesai mengikuti rapat di panggung utama Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (5/5).

Setelah berhenti sejenak, hanya menikmati tiupan angin segar, matanya tertuju ke satu kelompok yang berdiri tepat di hadapannya. Tanpa memasang raut wajah capek, ia langsung menjalankan tugas tambahan itu, melayani para pewarta yang dari tadi setia menunggunya di pintu masuk Kantor Wali Kota Batam.

“Mau tanya apa?” kalimat itu meluncur dari bibir mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kota Batam tersebut.

Kalimat itu kerap ia lontarkan saat berjumpa wartawan yang bertugas menyebarkan informasi ke khalayak luas. Satu per satu para pewarta bertanya. Satu per satu pula diterangkan panjang lebar jawabannya oleh Amsakar.

Belum lama sesi wawancara itu berlangsung, Amsakar yang saat itu berdiri di anak tangga Kantor Wali Kota Batam, langsung mengambil posisi duduk. Sejurus kemudian, para pewarta yang ada juga ikut duduk di anak tangga itu.

Melalui wartawan, ia mengedukasi masyarakat Batam untuk mengikuti anjuran pemerintah demi menekan penularan penyakit yang sedang mewabah, Covid-19. Dengan masyarakat yang patuh, kata dia, pengendalian penyakit yang disebabkan virus corona ini akan dirasa lebih mudah.

“Kita tahu, masih ada warga kita yang menggelar salat tarawih berjemaah di masjid, padahal sudah kita anjurkan salat di rumah,” ujarnya, sembari mengingat hasil rapat bersama tokoh lintas agama sehari sebelumnya.

Ia menyayangkan hal itu masih saja terjadi. Tak heran jika kemudian ada tambahan kasus positif Covid-19 setelah sebelumnya, tidak ada pergerakan penambahan pasien positif di kota ini.

“Sejak angka pasien berjumlah 30 orang, hampir tiga pekan tidak ada pergerakan. Dan ini sangat bagus, bahkan 15 orang dinyatakan sembuh,” ujar pria kelahiran 1 Agustus 1968 itu.

Namun, tren situasi positif itu sontak berubah. Ada penambahan baru pasien yang dinyatakan positif Covid-19, lima orang banyaknya. Salah seorang di antaranya, bahkan sempat salat tarawih di masjid.

“Berdasarkan keputusan tokoh lintas agama, kita beri pemahaman kepada pengurus masjid agar mengikuti anjuran pemerintah,” kata Amsakar.

Imbauan ini bukan berarti menolak kegiatan keagamaan. Yang menjadi catatan, ketika ada satu jemaah yang positif, maka semua jemaah langsung diamankan untuk dilaksanan pengecekan kesehatan.

“Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) sudah menginstruksikan masing-masing camat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menyampaikan imbauan itu lagi ke tempat ibadah,” kata dia.

Sekadar diketahui, Presiden Jokowi dan Gubernur Kepri Isdianto, menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam dinilai sigap dan responsif dalam menangani wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah ini.

Terbukti, hingga Selasa (5/5), sebanyak 15 pasien dinyatakan sembuh, dari total 35 pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Di sisi lain, grafik kasus Covid-19 di Batam cenderung membaik karena sudah banyak pasien yang dinyatakan sembuh. Meski begitu, kewaspadaan perlu ditingkatkan lagi.

“Kita berbahagia sudah banyak yang sembuh, dan kita perlu kerja lebih keras lagi menekan penularan Covid-19 ini,” ujar Wakil Walikota yang menjabat sejak 2016 itu.

Ia juga mengajak semua pihak optimistis bahwa wabah ini bakal segera berlalu. Ia mengibaratkan, memandang kasus ini harus menggunakan mata lebah, yang selalu melihat keindahan.

Mata lebah memang didisain khusus untuk hanya menemukan bunga, karena makanan lebah adalah madu. Akibatnya fokus lebah adalah madu. Alhasil lebah kaya akan madu yang sangat bermanfaat.

Ia juga mengingatkan agar warga tidak memandang dengan mata lalat, yang diibaratkannya selalu menebar kerisauan.

Mata lalat memang didisain khusus untuk menemukan kotoran. Karena makanan lalat adalah kotoran.

Di dalam pikiran lalat hanyalah, kotoran, kotoran dan kotoran. Sehingga fokus lalat adalah kotoran.

Alhasil susah bagi lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah dan cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun, sehingga lalat kaya akan kuman penyakit.

“Saya selalu berkicau di media sosial. Saya sebar yang baik-baik agar kita semua yakin bahwa wabah ini bisa sama-sama kita lawan dan yakin pasti bisa ditangkal. Saya rasa begitu kita sebaiknya melihat persoalan ini,” katanya optimistis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *