Enggan Menyerah, Korban PHK Ini Tetap Tegak Melanjutkan Hidup: Salut!

Kabar Baik dari Batam

Enggan Menyerah, Korban PHK Ini Tetap Tegak Melanjutkan Hidup: Salut!

3 min read

KONDISI sulit yang menimpa kian melecut semangat para karyawan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Batam untuk bangkit melawan keterpurukan. Salah satunya dengan menekuni usaha mencari ikan.

Ratusan warga memadati Dam Tanjungpiayu depan pintu 3 Seibeduk, Kamis (7/5/2020). Mereka terlihat mencari ikan dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan jala, bubu, serta memancing menggunakan perahu.

Kegiatan tersebut dilakukan sejak subuh. Bahkan beberapa di antara mereka mengaku melakukan pencarian ikan usai sahur.

Rio (30) salah satu warga Tanjunguncang yang ikut mencari ikan di Dam Tanjungpiayu mengatakan, ia mencari ikan dengan menggunakan jala.

“Saya ke sini sama kawan-kawan, kami ada orang,” jelasnya, Kamis (7/5/2020).

Rio dan beberapa temannya adalah korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Rio sendiri merupakan korban PHK dari restoran Padang yang berada di Batuaji.

Rio menjelaskan, di tempatnya bekerja terjadi pengurangan karyawan dan dirinya menjadi salah satu yang terkena.

“Sekarang saya kerja serabutan dan sementara ini saya mencari ikan untuk dijual karena dapat menghasilkan uang langsung,” jelasnya.

Rio menjelaskan, dalam tiga jam bisa menjaring ikan seberat 100 kilogram.

Remon rekan Rio yang juga korban PHK di galangan kapal kini beralih profesi menjadi penjual es kelapa.

“Saat puasa ini saya setop dulu dan ikut teman-teman mencari ikan untu dijual dan sisanya untuk lauk,” paparnya.

Ia menjelaskan dengan mencari ikan, hasilnya cukup membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Ikan yang tidak dijual disimpan dan cukup untuk satu Minggu.

“Alhamdulillah tidak beli lauk lagi,” paparnya.

Sementara itu Amin yang turut mencari ikan di Dam Tanjungpiayu mengakatan, biasanya ia bekerja sebagai tukang bangunan.

Namun sudah 3 minggu dirinya menganggur. Menurutnya saat ini, warga Batam lebih memilih membelikan uang mereka untuk makan dibandingkan merenovasi rumah.

“Susah sekarang cari kerja, makanya ikut kawan-kawan cari ikan yang bisa menghasilkan uang,” katanya.

Rio dan rekan-rekannya menjual ikan nila Rp 30 ribu per kilogram. Sementara mujair Rp 15 hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Sedangkan ikan lohan dijajakan dengan harga Rp 10 ribu perkilogramnnya dan ikan patok Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu perkilogram.

Sakdam, korban PHK di galangan kapal di Tanjunguncang lainnya bercerita, dirinya tidak lagi bekerja karena adanya pengurangan dari perusahaan tempatnya bekerja.

Saya sudah 2 tahun bekerja di galangan. Tapi karena order di galangan sepi karena wabah virus corona, saya dan beberapa teman diberhentikan,” ujarnya.

Sementara itu, Panci, pekerja galangan itu juga mengaku kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Meski menjadi karyawan tetap di perusahaanya, namun hasil yang didapatkannya tidak cukup untuk memenubi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarganya.

“Sekarang order sepi dan bekerja dapat basic (upah sesuai UMK,red) saja dan perusahaa saya juga melakukan pengurangan karyawan plus gaji dicicil dua kali,” jelasnya.

“Makanya saya ikut teman-teman mencari ikan supaya lebih hemat tidak beli lauk,” katanya lagi.

Tomas, warga Bengkong yang memancing ikan di Dam Seiharapan mengaku bisa membawa pulang 10 kilogram sampai 15 kilogram sehari.

“Sebagian ikan saya jual dan sebagian lagi dimakan untuk lauk,” jelasnya.

Tomas merupakan korban PHK salah satu agen perjalanan. Tomas mengaku dirinya saat ini sedang menunggu panggilan kerja di salah satu perusahaan.

“Saya melamar menjadi kurir,” jelasnya.

Tomas menjelaskan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan istri dan tiga anaknya, ia sangat bergantung dengan jumlah ikan yang didapatkannya setiap kali memancing.

“Ikan kadang jual sama tetangga, kadang jual ke pasar,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan Ucok. Warga Tanjunguncang, Batuaji itu mengaku sudah tiga bulan tidak bekerja.

Ia bahkan sudah mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan. Tetapi sampai sekarang belum ada yang memanggilnya untuk bekerja.

“Bingung mau cari kerja PT sekarang banyak yang merumahkan karyawan,” katanya.

Ia pun berharap, pandemi Covid-19 bisa segera berlalu dari Kota batam. Sheingga kehidupan bisa kembali normal.

Sebelumnya sejumlah warga yang juga korban PHK mencari ikan di Dam Duriangkang, Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (26/4/2020). ***
__________
Sumber, Artikel & foto: Dalil Harahap/Batampos.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *