Maknyus… Mie Sagu Olahan “Chef” Jefridin Jelang Buka Puasa Ini Bikin Ngiler

Kabar Baik dari Batam

Maknyus… Mie Sagu Olahan “Chef” Jefridin Jelang Buka Puasa Ini Bikin Ngiler

2 min read

ADA berbagai cara yang bisa dilakukan saat menunggu berbuka puasa. Salah satunya dengan memasak. Seperti yang dilakukan oleh Sedretaris Daerah Kota Batam H Jefridin ini.

“Memangnya pejabat tinggi Pemko Batam itu bisa masak…?”

Pertanyaan semacam ini wajar saja terjadi, maklumlah saat ini orang mengenal Jefridin sebagai pembantu utama Walikota Batam dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan Sekretariat Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (dinas dan lembaga teknis) Kota Batam.

Dalam struktur jabatan aparatur sipil negara (ASN), Sekda dapat disebut jabatan paling puncak dalam pola karier ASN daerah. Karena itu, seorang Sekda diangkat dari ASN yang memenuhi persyaratan, sebab kedudukannya juga sebagai pembina PNS di daerahnya.

Tapi bukan berarti Jefridin tak pandai memasak. Apalagi masak mie sagu, kuliner selingan makanan khas masyarakat di Riau, khususnya Selat panjang, tanah kelahirannya.

“Biasakan memasak di rumah di era pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Kepiawaian Jefridin dalam mengolah panganan yang diminati masyarakat tempatan sejak zaman nenek moyang sampai hari ini tersebut, diunggah di facebook pribadinya pada Sabtu (9/5/2020) lalu dan langsung viral.

Bak chef profesional, suami Hj Hariyanti Jefridin ini begitu telaten mengeksplor bahan masakan yang akan diolah. Mulai dari menyiapkan bumbu, mengiris bawang, sayur hingga menumis. Penuh passion serta perasaan.

Tangan kanannya pun terampil memegang spatula kayu yang bagai pedang mengayun di atas wajan. Sesekali Jefridin memberi keterangan tahapan demi tahapan yang dilalui dalam masakannya. Rasanya bagai menonton acara memasak Rudi Choiruddin, saja.

Sementara istri tercinta dan putri semata wayangnya, memberi semangat: tut wuri handayani kepada sang ayah. Tertawa kecil sesekali terdengar dari mereka yang mungkin merasa terhibur akan tingkah sang ayah.

Mungkin inilah yang disebut pakar kuliner Indonesia, William Wongso, sebagai hal berharga dimana hal sederhana menjadi esensial. Pengalaman menakjubkan penuh dengan emosi sentimentil yang terus terpatri dalam memori sepanjang hidup.

Hasilnya?

“Wow maknyus,” ujar aktivis Pramuka itu, saat menyantap masakannya ketika azan Maghrib tanda berbuka berkumandang.

Penasaran? Cek saja video ini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.