Cerita Sedih Ibu & Balita Tinggal di Halte, Akhirnya Diselamatkan Camat Guntur ke Rusun

Kabar Baik dari Batam

Cerita Sedih Ibu & Balita Tinggal di Halte, Akhirnya Diselamatkan Camat Guntur ke Rusun

2 min read

Beginilah kondisi halte tempat SN dan balitanya tinggal dalam tenda biru itu. Tampak Camat Batam Kota Aditya Guntur Nugraha (baju ungu) saat meninjau lokasi tersebut.

MALANG nian nasib SN. Ibu muda ini harus hidup terlantar bersama anaknya yang masih berumur 1 tahun lebih, di halte kawasan Batam Center. Sebuah tenda kecil warna biru mereka dirikan agar terhindar dari nyamuk dan angin.

Setelah hampir sebulan hidup di jalan tanpa arah, Jumat (15/5/2020) mereka diselamatkan Camat Batam Kota Aditya Guntur Nugraha dan dibawa ke Rumah Susun Badan Pengusahaan Batam di Tanjunguncang.

Guntur mendapat kabar ini dari aparat kelurahan, di sela-sela meninjau pelaksanaan rapid test pada pedagang di pasar tradisional, guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Kontan saja, dia langsung menuju lokasi tersebut didampingi Tim Quick Respon Batam Kota.

Ya Allah…

Kondisinya memang memprihatinkan, sehingga camat yang masih lajang ini tak kuasa menahan haru.

Bagaimana tidak.

Menurut warga sekitar, ternyata anak beranak asal Bekasi, Provinsi Jawa Barat ini tinggal di halte sejak akhir April lalu.

Mereka tidur dalam tenda kecil hasil pemberian seorang dermawan yang iba melihat keduanya harus berselimut angin dan menahan percik hujan.

Saat diajak bicara, SN banyak diam bagai kebingungan. Tatapannya kosong, sementara tangannya erat menggendong buah hati belahan jiwanya itu.

Diagnosa sementara, diduga ibu muda ini depresi berat akibat beban hidup yang dijalaninya, sehingga tidak banyak informasi yang dapat digali dari mulutnya.

“Saya secara pribadi sangat prihatin melihat kondisi ibu ini, apalagi memiliki seorang balita yang masih memerlukan perlindungan dan kebutuhan pokok untuk membantu tumbuh kembangnya,” terang Guntur.

Empati dengan penderitaan ibu dan anak ini, Camat muda tersebut membantu agar segera mendapatkan penanganan dan perawatan, khususnya bagi balitanya.

Dalam waktu singkat diputuskan untuk membawa keduanya ke RSUD Embung Fatimah, namun di tengah perjalanan, Guntur dapat info untuk diarahkan ke Rusun Tanjunguncang

Fasilitas di rusun yang kini jadi pusat rehabilitasi dan penanganan karantina Covid-19 Kota Batam tersebut dinilai memadai, baik tenaga medis, kamar dan logistik.

“Yang terpenting kita amankan dulu sang ibu, khususnya putranya yang benar-benar membutuhkan pertolongan saat ini,” ujar Camat yang turut mengantarkan ke rusun.

Saat ini SN dan putranya telah mendapatkan penanganan dan perawatan oleh Tim Medis Rusun BP Tanjunguncang.

Kita doakan, semoga upaya Camat Batam Kota ini mendapat sebaik-baiknya hasil dari Allah. ***
__________
Sumber: Facebook Kecamatan Batam Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *