Embun Pagi Ramadan 26

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Ramadan 26

2 min read

SENAD Hadzic pria asal Bosnia sering bermimpi merasa “diperintah Allah” untuk pergi ke Mekkah melalui Suriah. Dia sering mengelus-elus foto Ka’bah saking inginnya mewujudkan mimpi serupa yang ia alami delapan kali.

Setelah 2 tahun, Senad akhirnya memantapkan diri pergi haji. Kesedihan merundung keluarganya karena ia ternyata akan berhaji jalan kaki.

Warga kota yang mendengar kabar Senad akan ke Mekkah dengan jalan kaki, kagum kepada Senad. Tapi ada sebagian menuduhnya gila.

Ia berangkat pada malam hari di musim dingin pada akhir tahun 2011. Kabar perjalanan kaki Senad ke Makkah santer terdengar hingga di luar Bosnia.

Seseorang di Turki menanti kedatangan Senad. Orang itu baru kembali dari Mekkah dan mendengar ada pejalan kaki menuju ke Baitullah akan melintasi negaranya.

Saat bertemu Senad, orang itu menceritakan secara rinci rangkaian manasik haji serta kondisi Madinah dan Mekkah.

Perjalanan Senad akhirnya tiba di jembatan Bosphorus yang menghubungkan Eropa dan Asia. Suriah sudah di depan mata. Namun ia dilarang melintas. Negosiasi buntu. Senad berkemah dekat jembatan itu selama seminggu dan tekun berdoa.

Akhirnya petugas jembatan itu mengizinkannya. Ada yang menyarankan kepadanya agar ke Mekkah melalui Irak karena Suriah dilanda perang. Senad bersujud dan tetap melangkahkan kaki ke arah Suriah.

Di Aleppo Suriah, petugas menginterogasinya dan menggeledah isi ranselnya. Senad mengatakan dia akan ke Mekkah. Petugas lalu meraih Alquran dari ransel Senad dan mencium mushaf itu, ia minta maaf kepada Senad dan memeluknya. Petugas itu berdoa Senad tak tewas saat melintasi Suriah.

Tak mudah memasuki Suriah dan lebih tak mudah lagi keluar dari negeri ini. Senad akhirnya tiba di Yordania, negera tetangga Suriah. Ia menyusuri tepi Laut Hitam.

Ia sempat menghuni kemah di gurun perbatasan Arab Saudi selama 76 hari, karena menunggu visa haji. Sampai dia jatuh sakit. Tubuhnya merana. Udara gurun menderanya.

Hingga akhirnya datang petugas dan minta maaf kepada Saned atas keterlambatan aplikasi visa hajinya. Petugas berkabar bahwa visa haji sudah beres dan diperbolehkan memasuki Mekkah.

Senad pun gembira. Ka’bah telah di depan mata.

Inilah tekad (himmah) yang kuat. Syekh Hasan bin Sa’id Al-Hasaniyah dalam bukunya berjudul Al-Qamam Ya Ahl Al-Himam memaparkan ada setidaknya empat alasan, mengapa seorang Muslim dituntut mempunyai tekad bulat dan cita-cita mulia.

Alasan pertama yang ia kemukakan ialah bahwasanya setiap manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Alasan kedua, hidup di dunia adalah peperangan antara semangat kebajikan dan nafsu angkara. Kedua hal itu saling berlomba untuk mendominasi satu sama lain. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabuut: 2). Tanpa tekad kuat, sulit untuk tetap bertahan dan tampil sebagai pemenang.

Alasan ketiga, Islam adalah agama yang menekankan produktivitas dan karya nyata. Sedangkan alasan yang keempat, peradaban ‘pesaing’ Islam senantiasa menunggu generasi muda mereka lalai. Sekejap saja tidak waspada, maka dengan mudahnya mereka akan mengubah pola pikir, gaya hidup, dan cara berinteraksi mereka sehari-hari. ***
_______
Sumber: Ig Iqbal Kholidi dan Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.