Catatan Redaksi: Lawan Covid-19 di Kota Batam (2)

Kabar Baik dari Batam

Catatan Redaksi: Lawan Covid-19 di Kota Batam (2)

4 min read

Berawal dari Dua Cluster, Pasien Baru Merebak di Seraya, Semua tanpa Gejala

DUA BULAN sudah Kota Batam berjibaku melawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tepat 19 Maret lalu, kasus pertama corona ditemukan di kota ini. Sumbernya, diduga berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Namun setelahnya, jumlah pasien terus bertambah. Sempat melandai di akhir April, kini jumlah penderita kembali melonjak menembus angka 78 pasien. Data terbaru, ada 48 warga terjangkit di bulan Mei ini.

Mei belum genap sebulan, namun pasien Covid-19 di Batam naik drastis. Hingga Selasa (19/5/2020), total sudah 78 pasien Covid-19 di Batam. Sebanyak 48 di antaranya, terjangkit di bulan ini.

Penambahan pasien ini beragam setiap harinya. Tertinggi, dalam sehari terkonfirmasi 13 pasien positif, seperti yang terkonfirmasi pada Selasa (19/5/2020).

Kasus tambahan ini berdasarkan hasil penelusuran yang terus berlangsung dari klaster terkonfirmasi positif nomor 32, jemaah tablig Seiharapan dan kasus nomor 35 Bengkong. Kedua pasien itu telah meninggal dunia.

Tambahan kasus ini yakni, J (39) seorang karyawan yang tinggal di kawasan perumahan Bengkong Sadai. Ia merupakan kasus baru Covid-19 nomor 66 Kota Batam.

“Yang bersangkutan adalah menantu dari kasus terkonfirmasi nomor 44 dan paman dari kasus terkonfirmasi nomor 48 yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 RSUD Embung Fatimah Kota Batam,” kata Walikota Batam, yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam H Muhammad Rudi (HMR).

Pasien itu, pada tanggal 26 April 2020 pernah kontak langsung saat melaksanakan salat berjemaah di Masjid Al-Furqon dekat rumahnya yang diimami oleh terkonfirmasi positif nomor 35.

Selain J, seorang perempuan berinisial KN (30), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang beralamat di kawasan perumahan Bengkong, Kelurahan Sadai dan terkonfirmasi Covid-19 nomor 67 Kota Batam.

“Yang bersangkutan adalah istri dari terkonfirmasi positif nomor 53 yang saat ini masih dalam perawatan ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang,” ujarnya.

Kemudian MI (49), montir bengkel yang tinggal di kawasan perumahan Kampung Seraya, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 68 Kota Batam.

Yang bersangkutan juga memiliki usaha warung sembako yang dikelola bersama istrinya dan menerima titipan penjualan makanan ringan dari para tetangganya, di mana, salah satu yang menitipkan penjualan makanan ringan (kue donat) adalah kasus terkonfirmasi positif nomor 50 yang memiliki kaitan erat dengan klaster kasus jemaah tablig terkonfirmasi positif nomor 35.

Dari klaster yang sama, ada NS (44). Warga Seraya yang terkonfirmasi kasus nomor 69 ini merupakan suami dari kasus nomor 68. Riwayat kontaknya sama, dari penjual donat.

Kemudian RK (26), sekuriti di Seraya ini terkonfirmasi kasus nomor 70. Yang bersangkutan merupakan abang kandung dari kasus terkonfirmasi nomor 46 dan keponakan dari kasus terkonfirmasi nomor 50.

Selain itu, remaja NE (14), kasus nomor 71, juga jerjangkit Covid-19 dari klaster yang sama. Yang bersangkutan sebelumya sering berkunjung ke rumah temannya yang saat ini telah ditetapkan sebagai terkonfirmasi positif Covid-19.

Di mana, temannya tersebut memiliki kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif nomor 50 untuk membeli donat.

Kemudian, NS (32) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) terkonfirmasi kasus 72. Yang bersangkutan merupakan istri dari kasus terkonfirmasi nomor 70 yang juga merupakan kakak ipar kasus terkonfirmasi nomor 46 serta keponakan kasus terkonfirmasi nomor 50.

Bahkan, ada anak, PD berusia 6 tahun yang juga terkonfirmasi postif. Warga Seraya ini kasus nomor 73 Kota Batam. Yang bersangkutan sebelum masuk bulan Ramadan, sering bertemu dengan terkonfirmasi positif nomor 50 untuk membeli kue donat.

Tak hanya itu, kasus nomor 74, Nenek Y berusia 64 tahun, yang beralamat di Seraya ini juga sering bertemu dengan terkonfirmasi positif nomor 50 untuk membeli kue donat.

Masih di klaster sama, ada IBS (34), kasus baru Covid-19 nomor 75 Kota Batam. Yang bersangkutan pernah memiliki kontak erat dengan terkonfirmasi kasus nomor 46 pada saat sama-sama makan bakso di wilayah tempat tinggalnya tersebut.

Tambahan kasus yang ke-11 pada Selasa ini yakni A (34). Kasus terkonfirmasi nomor 76 ini merupakan warga Batuaji.

Ia mengaku sempat berobat ke RSUD Batam dengan keluhan demam sejak tiga hari sebelumnya, yang disertai sedikit sesak napas dan badannya terasa lemas.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan swab tenggorokan, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.

Tak hanya itu, ada tambahan lain yakni balita, VS (2), warga Tembesi, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 77 Kota Batam.

Yang bersangkutan pada tanggal 15 Mei 2020 pukul 14.30, dengan dibawa oleh orang tuanya datang berobat ke IGD RSUD Embung Fatimah Batam dengan kondisi tidak ada respons atau tidak menangis sejak pagi hari.

“Menurut orang tuanya anak tersebut sudah mengalami demam sejak lima hari sebelumnya dan ditemukan benjolan di bawah lehernya,” kata Rudi.

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2020, dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya baru diketahui pada Selasa (19/5/2020) dengan terkonfirmasi positif.

Dan kasus nomor 78 yakni IS (9), warga beralamat di kawasan perumahan Kampung Seraya, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batuampar, Kota Batam ini merupakan kakak kandung dari terkonfirmasi positif nomor 73, yang pada saat sebelum masuk bulan Ramadan juga sering bertemu dengan terkonfirmasi positif nomor 50 untuk membeli kue donat.

“Semua merupakan transmisi lokal. Warga diminta waspada,” kata HMR.

Sehari sebelumnya, juga terdapat 11 pasien tambahan. Dari dua cluster yang sama, Bengkong dan jemaah tablig. Bahkan, belum genap Mei ini, 48 pasien bertambah.

Untuk diketahui, total pasien di kota ini mencapai 78 pasien. Baru 29 pasien yang sembuh, dan 8 dinyatakan meninggal dunia. Masih ada 41 pasien lagi dalam perawatan.

“Sementara pasien yang dirawat di Batam yang merupakan kru KM Kelud sebanyak 29 pasien, sudah sembuh semua. Jadi kalau ditotal, pasien Batam dan KM Kelud ini ada 107 orang yang dirawat di Batam,” ujarnya. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.