Jadi Khatib Salat Ied di Rumah, Jefridin Urai Hikmah Ramadan di Masa Covid-19

Kabar Baik dari Batam

Jadi Khatib Salat Ied di Rumah, Jefridin Urai Hikmah Ramadan di Masa Covid-19

2 min read

SEKDA Kota Batam H Jefidin saat menjadi khatib salat Idulfitri di kediamannya.

SEKRETARIS Daerah Kota Batam H Jefridin bersama keluarga, menunaikan ibadah salat ied atau Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, yang jatuh di hari Minggu (24/5/2020) di rumahnya.

Hal ini dilakukan seiring dengan imbaun Walikota Batam H Muhammad Rudi agar pelaksanaan salat ied berjamaah tak dilakukan di masjid maupun lapangan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Pantauan kami, salat Ied keluarga Jefidin ini didirikan di ruang tengah rumahnya. Tampak Jefridin sudah berada di ruang salat tersebut sekitar pukul 06.53 WIB. Disusul kemudian putranya Muhammad Wildan Riyansyah.

Selain itu, shaf laki-laki ini juga diikuti tiga kerabat Jefridin lainnya, yakni Surya Indra, (adik sepupu), Baharudin (ipar), Hendri (adik sepupu), Baharudin (ipar), Jazuli (ipar), Hariyanto (ipar), Hendri, Iwan (staf), dan Munir (sopir).

Sementara itu di shaf jamaah perempuan, hadir sang istri, Hj Hariyanti Jefridin dan putrinya, Melgie Riyan Utami. Disusul Badariah (mertua), Ratna (ipar), Dewi (ipar), Siti Kumala Sari (asisten rumah tangga), Juna (ponakan), Fani (ponakan), istri Iwan (staf), dan istri Munir (sopir).

Di hari mulia ini, keluarga kecil Jefridin ini tampak kompak dalam kebersamaan, tak hanya dengan kerabat juga stafnya. Ini secara tak langsung memperlihatkan sikap egaliter dan kerendahan hati mantan tenaga pendidik ini.

Salat Ied keluarga ini diimami oleh sang anak, Muhammad Wildan Riansyah yang saat itu memakai jubah lengkap dengan imamahnya.

Sedangkan Jefridin, yang saat itu mamakai busana Melayu lengkap dengan samoin dan peci hitam, tampil sebagai khatib. Adapun muaddzin dan bilal oleh Surya Indra.

Tak lama setelah semua lengkap, salat Ied segera dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

Dalam khotbah yang berjudul “Hikmah Ramadhan di masa Pendemi Covid-19”, Khatib Jefridin mengajak jamaah menyikapi cobaan Covid-19 ini sebagai sarana merekatkan hubungan keluarga.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil-hamd.Keluargaku sekalian yang saya cintai…” ujarnya membuka khutbah dengan nada bergetar.

“Kerekatan antara suami dan istri, antara anak dan ibu, antara ayah dan anak. Dengan demikian akan terbangun keluarga yang harmonis mewujudkan ‘Baituna jannatuna’ (rumah tangga kita surga kita),” ujarnya penuh semangat.

Mantan aktivis kampus ini juga mengajak agar Covid-19 menjadi ajang muhasabah diri. Menyadari kira betapa lemahnya kita sebagai manusia.

“Menghadapi virus saja manusia bahkan negara kalang kabut, ini baru virus salah satu ciptaan Allah. Oleh karena itu mari kita semua mengagungkan Allah SWT dengan sebenar-benar taat, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Amaliah-amaliah Ramadan yang telah kita lakukan semoga tetap dapat kita lanjutkan seusai Ramadan ini,” anjurnya.

Pesan terakhir, Jefridin mengajak semua agar pandemi ini disikapi dengan bijak dalam meletakkan antara ilmu pengetahuan dan agama.

Bahwa ilmu dan agama bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang. Ilmu dan agama adalah dua hal yang saling mendukung. Tidak ada pertentangan antara
Islam dan Ilmu. Bahkan Allah SWT akan mengangkat orang-orang beriman dan berilmu melampaui orang kebanyakan.

“Oleh karena itu saya selaku khatib berpesan kepada kita untuk menghidupkan budaya literasi. Etos kecintaan dan kegigihan dalam literasi dan keilmuan mesti kita tumbuh kembangkan. Allah SWT tidak akan pernah
mengingkari apa yang telah diwahyukan dalam Alquran yang suci,” pesannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.