Surat Pernyataan sebagai Bentuk Perhatian Pemerintah dalam Melindungi Warganya

Kabar Baik dari Batam

Surat Pernyataan sebagai Bentuk Perhatian Pemerintah dalam Melindungi Warganya

2 min read

BEBERAPA perwakilan masyarakat sempat menanyakan mengapa rumah ibadah dan tempat usaha yang buka harus menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Kalau tidak akan disanksi

Peristiwa ini terjadi dalam rapat akbar Rabu (27/5/2020), ketika Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR), membuka sesi tanya jawab dengan unsur pimpinan masyarakat yang hadir.

Rapat akbar yang dipimpin HMR tersebut digelar di panggung utama Dataran Engku Putri Batam Center.

Disebut “rapat akbar”, sebab melibatkan banyak pihak. Ada Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, dan segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Selain itu juga dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batam yang terdiri dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, camat, dan lurah, juga dihadiri tokoh-tokoh lintas agama hingga pengusaha di Kota Batam.

Menjawab mengapa di surat pernyataan ada diksi “kalau tidak patuh, harus bersiap menerima sanksi ditutup atau menutup sendiri” ini, HMR menjelaskan bahwa itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk melindungi warganya.

“Sanksi ini sebagai bentuk rasa sayang kami kepada masyarakat. Sebab kalau (protokol kesehatan Covid-19) tak dilakukan bisa membahayakan keselamatan orang lain,” terangnya.

Sempat juga ada yang bertanya, tentang patokan apa yang disebut “kerumunan” yang tidak diperbolehkan tersebut.

Dengan sabar HMR menerangkan, “Sederhananya pada jarak antar individu dalam sebuah ruang atau tempat. Minimal 1,5 meter. Kalau kurang dari itu sudah bisa disebut kerumunan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Walikota Batam H Muhammad Rudi meminta masyarakat melaksanakan pendisiplinan yang ketat pada tiga hal, seperti memakai masker, melaksanakan JAGA JARAK atau physical distancing, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Demikian disampaikan HMR dalam rapat terkait rencana Pemerintah menjadikan Batam sebagai salah satu pilot project new normal atau normal baru bersama Bali dan Yogyakarta pada 15 Juni nanti.

Selain tiga hal tadi, HMR juga menugaskan tim di tingkat Kecamatan, terus bergerak melakukan penyisiran orang dalam pemantauan Covid-19.

“Sehingga pada tanggal 15 Juni nanti, Batam yang saat ini zona merah Covid-19, menjadi zona hijau,” harapnya.

Selain itu untuk pengelola tempat ibadah, pasar, pelabuhan, bandara, sekolah, mall atau swalayan, restoran, kafe atau kedai kopi dan berbagai tempat yang berpotensi melakukan aktivitas keramaian, diminta membuat surat pernyataan bahwa saat dibuka, bisa menjamin dan siap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

New normal atau kenormalan baru bukan berarti bebas seperti sedia kala. Justru ini adalah tata kehidupan baru untuk melawan Covid-19 dengan wajib melaksanakan beragam aturan atau protokol kesehatan ketat.

Ini adalah langkah yang dilakukan pemerintah supaya masyarakat tetap produktif, ekonomi tetap jalan dan tumbuh, namun aman dari Covid-19. ***

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.