Memoar Seorang Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (1)

Kabar Baik dari Batam

Memoar Seorang Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (1)

2 min read

WAKIL Walikota Batam H Amsakar Achmad pantau dan turun langsung membagikan bahan pokok gratis untuk warga terdampak Covid-19.

Berjalan Menembus Badai Covid-19, antara Perjuangan dan Syak Wasangka

HAMPIR tiap malam, sepulang kerja, Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad membuat catatan kecil berseri di akun Facebook pribadinya.

Tulisan itu berisi tentang kenangan-kenangan hidup yang dia alami, menyerupai autobiografi dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapannya atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya.

Tulisan itu dia beri tajuk “Catatan Pelepas Penat”, yang masing-masing episode dia beri judul berbeda sesuai dengan konteks yang dia kemukakan di hari itu.

Dalam tulisannya, HAM mengajak kita memasuki dunianya yang penuh tantangan, dunia di mana keputusan cepat dan tepat sangatlah penting.

Meski begitu, ibarat kisah Luqman Hakim dan keledainya, HAM suatu ketika pernah menghadapi pandangan orang yang membuatnya selalu tampak salah.

Namun sebagai seorang pemimpin, dua harus menjalani menerima itu dengan bijak. Karena memang, dia bekerja bukan mengharap pujian orang, namu hanya keridaan Allah semata.

Hal ini seperti yang dia tulis dalam Catatan Pelepas Penat 6, bertajuk โ€œMencari Salah Dalam Pusaran Covid-19 dan Konstelasi Politikโ€.

Di sini dia menceritakan bagaimana niat saat membantu menyukseskan niat baik Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR), untuk meringankan beban masyarakat yang ekonominya terguncang akibat didera virus terkutuk Covid-19, namun selalu saja dituding miring.

“Sekali waktu saya berpikir, sepertinya sembako (bahan pokok) sudah saatnya dibagikan. Lalu, sesuai arahan Pak Wali (Walikota Batam H Muhammad Rudi/HMR), para camat dan lurah pun dikumpulkan. Begitu juga Dinas Sosial, Inspektorat, Keuangan, bahkan para distributor & Bulog, untuk membuat kalkulasi, pola kerja, berikut metode penyalurannya,” ungkapnya membuka tulisan.

Tak tanggung-tanggung, pertemuan demi pertemuan berlangsung intens hingga sembilan kali, semata-mata untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, tak menyalahi aturan dan mengikuti mekanisme yang ditentukan.

“Pemikiran saya itu tak lepas dari hasil diskusi bersama Pak Wali (HMR). Kami membaca dan menyimak berbagai informasi di media, baik cetak maupun online, yang secara umum menyampaikan suara masyarakat terdampak Covid-19 yang menghendaki adanya social safety net atau jaring pengaman sosial berupa sembako dari Pemerintah. ***

(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ Katabatam.com | Newsphere by AF themes.