Walikota Beri PLN Dua Solusi untuk Bantu Kesulitan Warga Bayar Tagihan Listrik

Kabar Baik dari Batam

Walikota Beri PLN Dua Solusi untuk Bantu Kesulitan Warga Bayar Tagihan Listrik

2 min read

SEKRETARIS Daerah Kota Batam H Jefridin saat memimpin pertemuan dengan PT Bright PLN Batam di Kantor Walikota Batam, Sabtu (6/6/2020) pukul 10.00 WIB.

WALIKOTA Batam H Muhammad Rudi meminta keterangan dan solusi kepada PT BRIGHT PLN Batam atas kenaikan tagihan listrik, Sabtu (6/6/2020).

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kantor Walikota Batam, pukul 10.00 WIB.

Saat itu Walikota Batam diwakili Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, sedangkan dari PT Bright PLN Batam, dihadiri Penjabat Direktur PT Bright PLN Batam Awaludin Hafid beserta jajarannya.

Jefridin menyampaikan, rapat ini digelar guna merespon keluhan masyarakat atas kenaikan tagihan listrik. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini.

Selanjutnya Jefridin menyampaikan arahan Walikota Batam, dengan memberikan dua solusi bagi PLN guna membantu meringankan beban masyarakat.

1. Meminta PT Bright PLN Batam tak memutus sambungan listrik bagi warga yang tak dapat melunasi tagihannya pada bulan Juni ini.

2. Jika alasan kenaikan tagihan listrik terjadi akibat kekeliruan penghitungan tagihan di bulan April dan Mei, sehingga terjadi kekurangan bayar sebagai penambah tagihan listrik pada bulan berikutnya, maka Walikota meminta agar diberi relaksasi, dengan cara diangsur.

“Misal kekurangan Rp400 ribu, diangsur tiap bulan sesuai kemampuan warga yang bersangkutan,” jelas Jefidin.

PENJELASAN PLN
Menanggapi hal itu pihak PLN menjelaskan bahwa tarif dasar listrik seluruh golongan tidak mengalami kenaikan pada masa pandemi Covid-19. Bahkan sejak tahun 2017 tidak ada kenaikan.

Tapi kenapa tagihan melonjak?

Salah satunya karena di Bulan Maret dan April, tidak adanya pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah oleh pertugas bright PLN Batam akibat Covid-19.

Memang, di bulan tersebut pelanggan diminta menyampaikan stand pembacaan kWh secara mandiri dengan cara difoto lalu dikirim ke WA dan aplikasi PLN.

Namun berdasarkan data dari Manbill (manajemen billing) bright PLN Batam, kiriman foto kWh tersebut ada yang tak masuk (tak dikirim/tak terkirim).

Akibatnya, tagihan pemakaian listrik pelanggan yang foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April tak terkirim tadi, memakai data pemakaian listrik sebelum kondisi Covid-19 merebak, di mana pemakaian listrik pada saat itu kemungkinan masih rendah.

Sehingga ketika kondisi pencatatan sudah normal, barulah diketahui bahwa pada dua bulan yang dihitung berdasarkan estimasi tersebut, pemakaian listrik tinggi.

Penyebabnya: ada perubahan perilaku pelanggan yang lebih banyak di rumah selama masa pandemi ditambah umat muslim menjalankan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri mayoritas di rumah saja, tidak melaksanakan tradisi pulang kampung.

Karena pemakaian tinggi, sementara yang ditagihkan berdasar perkiraan di masa normal. Tentu saja ada selisih kekurangan bayar yang cukup signifikan.

Kekurangan inilah yang ditambahkan pada tagihan bulan Juni, sehingga kesannya ada kenaikan tarif listrik.

Terkait soal pemutusan kepada pelanggan, PLN menegaskan tetap melakukan penagihan kepada dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Tak hanya itu, PLN juga akan memberikan kemudahan atau relaksasi kepada segmen rumah tangga melalui angsuran kepada pelanggan terdampak lonjakan yang cukup besar secara selektif.

Untuk itu pelanggan diimbau untuk mendatangi kantor-kantor pelayanan terdekat.

Namun sampai berita ini ditulis pukul 21.00 pihak PLN Batam masih bekerja memetakan mana saja pelanggan-pelanggan yang lonjakan tagihan listriknya melebihi 50 sampai 100 persen.

Selanjutnya PT PLN tetap menghimbau agar pelanggan dapat mengendalikan pola pemakaian listriknya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.