Kalau Tak Bisa Bantu, Jangan Ganggu, Apalagi Ngancam: Diciduk Polisi Baru Nyesal

Kabar Baik dari Batam

Kalau Tak Bisa Bantu, Jangan Ganggu, Apalagi Ngancam: Diciduk Polisi Baru Nyesal

2 min read
TIM medis sudah bertaruh nyawa untuk kita di garda terdepan melawan Covid-19. Kalau tak bisa bantu, tak usahlah mengganggu. Apalagi sampai mengancam nyawa mereka. Selain tak ada akhlak, juga melawan hukum.

Kalau tak percaya, tanyalah kepada pemilik akun Facebook Reza Idris. Dia akhirnya digelandang ke Markas Polsek Belakangpadang, Sabtu (6/6/2020) siang usai mengunggah kata-kata kasar dan ancaman kepada tim medis di media sosialnya itu.

Begini bunyinya:

Ayo pemuda pemuda teluk sunti keluarkan parang panjang kite semua hari ini kalau ade otang (orang) macam zonbi (zombi) pakai baju hujan datang nak ngecek, tetak pakai parang dan bawak mibyak benzen (bensin) dengan pancis (korek) kita bakar hidup hidup orang die. siap siap siap lagi mike die datang jangan lupe tetak dulu abis tu baru bakar Ok. inbok pak datok tem tem pembela teluk sunti ingat lan janji kite.

Sontak postingan ini menuai netizen. Skrinsyut postingan tersebut tersebar kemana-mana, hingga dikirim ke private message facebook Walikota Batam H Muhammad Rudi dan kataBatam.

Tak lama, beredar kabar dari media daring Batamclick, bahwa kegarangan Reza Idris hanya di media sosial saja.

Buktinya, saat dijemput polisi dan digelandang ke Mapolsek Belakangpadang, nyalinya menyiut sejadi-jadinya.

Dengan kepala tertunduk, dia hanya bisa minta maaf dan merengek agar tidak diperkarakan secara hukum.

Kapolsek Belakang Padang, AKP Sulam membenarkan telah mengamankan pemilik akun facebook Reza Idris.

“Sudah kita amankan tadi, sekarang sedang diproses,” ungkapnya pada Batamclick.com.

Perwira polisi balok tiga ini mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut akan dipublis oleh Unit Humas Polresta Barelang.

“Nanti dirilis oleh Unit Humas Polres, sama Bu Betty,,” jawabnya singkat.

Jangan Buli Tim Medis

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPOg turut geram dengan postingan oknum pemuda tersebut.

“Syukurlah polisi cepat bertindak, kita serahkan saja ke pihak kepolisian untuk penanganannya,” ungkap Capt Corona tersebut.

Didi mengatakan, Tim Medis saat ini sudah sangat full aksi aksi dalam penanganan Covid-19 ini.

Mereka lanjut Didi, sudah lebih 3 bulan hidupnya tidak normal, berburu dengan waktu, berpacu dalam ketakutan, menebarkan kebaikan dan kesabaran, meninggalkan anak dan istri, suami dalam waktu yang tak normal.

“Tolonglah, jangan ada yang mem-bully mereka, mengejek mereka, meremehkan mereka. Kasi mereka dukungan, kasi mereka semangat, agar kepenatan mereka bisa hilang, kejenuhan mereka bisa terobati, ketakutan mereka berubah menjadi semangat lagi,” ungkap Didi,” harap Didi. ***
_______
Sumber: Batamclick.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.