Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

1 min read

ALKISAH, Ki Ageng Selo, murid Sunan Kalijaga kesulitan saat membalikkan tanah untuk bertani. Melihat ini Sunan memperkenalkan alat baru yang dipakai petani hingga kini.

Oleh sunan, alat baru tersebut diberi nama bermakna filosofis ajaran luhur yang berisikan pedoman dan tuntunan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Alat tersebut ada tiga bagian, yang tajam diberi nama “pacul”, bermakna “ngipatake barang kang muncul”. Artinya singkirkan sifat-sifat buruk yang tidak rata.

Lingkaran tempat batang disebut “bawak” bermakna “obahing awak “. Artinya, manusia wajib menggerakkan badan untuk berikhtiar mencari rezeki Allah guna memenuhi kebutuhan hidup.

Sedangkan batang kayu untuk pegangan diberi nama “doran” alias “donga marang pangeran”, maknanya harus senantiasa meminta dan memohon doa kepada Allah.

Demikianlah jika ilmu pengetahuan dibungkus dengan ilmu agama, maka yang muncul adalah keindahan dan pedoman hidup.

“Ilmu tanpa agama buta. Agama tanpa Ilmu lumpuh,” ujar Fisikawan Albert Einstein di ujung essay-nya berjudul “Science and Religion” yang diterbitkan tahun 1954. ***

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.