Pantas Tiap Pagi Hujan Deras, Ternyata BP Batam Bikin Hujan Buatan

Kabar Baik dari Batam

Pantas Tiap Pagi Hujan Deras, Ternyata BP Batam Bikin Hujan Buatan

2 min read

SUDAH seminggu ini setiap pukul 09.00 WIB, Batam kerap diguyur hujan deras. Ternyata ini adalah hujan buatan yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan Batam untuk menambah debit air di waduk.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) kepada kataBatam, tadi malam.

Pantas saja warga sering mendengar suara pesawat menderu kencang beberapa saat sebelum hujan turun. “Memang suaranya agak bising ya?” lanjut Walikota Batam ini.

Informasi tentang Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kota Batam pada pertengahan Juni 2020 untuk membuat hujan buatan ini, sebelumnya pernah dipaparkan Manajer Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam, Hadjad Widagdo, Jumat (5/6/2020) lalu.

Seperti kami kutip dari batampos.co.id, dia mengatakan, saat ini Pulau Batam mengalami kemarau yang berkepanjangan sejak 2018 hingga 2020.

Hal ini kata dia, menyebabkan tampungan air baku di waduk-waduk mengalami penurunan.

“Penurunan tinggi muka air di waduk ini terkait dengan tingginya kebutuhan air bersih, baik untuk masyarakat maupun kawasan industri,” jelasnya.

Ia menjelaskan, curah hujan rata-rata yang turun di Pulau Batam juga mengalami penurunan. Yaitu dari rata-rata 2.200-2.400 mm per tahun menjadi 1.800 mm per tahun.

Sehingga sangat berdampak terhadap ketahanan waduk dalam menyediakan air baku sesuai dengan kapasitas desainnya.

Kata dia, untuk mengatasi kondisi kemarau yang berkepanjangan, BP Batam telah melakukan kerja sama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT untuk melaksanakan penerapan teknologi modifikasi cuaca di Pulau Batam.

“Berdasarkan hasil studi kelayakan penerapan teknologi modifikasi cuaca di Batam, diperoleh kesimpulan bahwa kondisi yang terbaik untuk melaksanakan penerapan teknologi modifikasi cuaca adalah pada 10 hari terakhir di bulan April sampai dengan 30 hari di bulan Mei 2020,” tuturnya.

Namun lanjutnya, dengan terjadinya pandemi Covid-19 maka pelaksanaannya diundur sesuai dengan kebijakan pemerintah, menjadi pada pertengahan Juni 2020.

Hadjad menambahkan, meskipun tidak dilaksanakan pada kondisi cuaca yang sangat baik. Namun pelaksanaan penerapan teknologi modifikasi cuaca di Batam tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang terbaik berdasarkan pengamatan cuaca harian, seperti ketersediaan awan hujan dan kesesuaian arah angin.

“Dengan demikian diharapkan dapat terjadi hujan yang lebih lebat pada lokasi tampungan waduk untuk menambah ketersediaan air baku,” katanya. ***
_______
Dilengkapi Sumber: Batampos.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *