Hujan Buatan Selama Satu Bulan, HMR Ingin Segera Selamatkan Warga dari Krisis Air

Kabar Baik dari Batam

Hujan Buatan Selama Satu Bulan, HMR Ingin Segera Selamatkan Warga dari Krisis Air

2 min read
AKHIR 2019 lalu warga Batam sempat diresahkan munculnya krisis air akibat air waduk menyusut. Salat istisqa pun dilakukan. Jalan keluar lain, melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Dua langkah itulah yang ditempuh Walikota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat itu. Namun, khusus TMC berupa hujan buatan, baru terlaksana bulan ini.

Itulah mengapa dalam satu pekan terakhir Kota Batam diguyur hujan.

“Jadi kita pakai teknologi modifikasi cuaca (TMC). Supaya air waduk bertambah ketinggiannya,” kata penyabet penghargaan walikota inovatif ini, di Mukakuning, Jumat (19/6/2020).

Hujan buatan ini sudah berlangsung sejak 11 Juni lalu, dan rencananya akan terus dilakukan selama satu bulan, hingga 11 Juli mendatang.

BP Batam, sambung Asian Best Mayor ini, menargetkan penambahan ketinggian waduk sebanyak 10 cm. Dan menurut informasi, dalam waktu sepekan pertama saja sudah bisa menambah sekitar 9 cm.

“Target 10 cm itu minimalnya. Kalaupun nanti lewat 10 cm, tetap akan dilanjutkan karena kontraknya sebulan,” ujarnya.

Selain menerapkan TMC, pembersihan waduk dari tanaman eceng gondok juga masih rutin dilaksanakan.

Setiap hari eceng gondok yang ada di sumber air warga Batam ini dipotong dan dibawa keluar dari waduk. Bahkan untuk membersihkannya, BP Batam juga sudah membeli mesin khusus.

“Itu solusi jangka pendek untuk menjaga ketersediaan air baku kita. Diperkirakan bisa memperpanjang waktu 4-5 bulan,” ujar suami Hj Marlin Agustina (HMA) ini.

Untuk jangka panjang, lanjutnya sudah interkoneksi, dengan membuka dari waduk Tembesi ke Duriangkang.

“Solusi itu bisa tahan 4-5 bulan juga. Artinya sampai awal tahun sepan masih bisa. November kita mulai lelang untuk pengelolaan, sehingga nanti DAM kita ini dikelola profesional,” paparnya. ***
_______
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *