Selamatkan Ekonomi Rakyat dengan Pariwisata, Why Not?

Kabar Baik dari Batam

Selamatkan Ekonomi Rakyat dengan Pariwisata, Why Not?

2 min read
ADA yang bertanya; kenapa Batam ingin menghidupkan kembali sektor pariwisatanya di era new normal pandemi Covid-19 ini? Pertanyaan yang normal, karena pariwisata yang mendatangkan banyak wisatawan rawan penyebaran Covid-19.

Namun, yang harus diketahui adalah bahwa Batam bukan satu-satunya daerah yang hendak membuka pariwisatanya.

Negeri jiran, Singapura dan Malaysia, sudah ambil ancang-ancang untuk buka di awal Juli ini. Tentunya dengan regulasi yang ketat.

Di dalam negeri sendiri, Presiden Joko Widodo termasuk yang memiliki rencana mengaktifkan dunia pariwisata ini, akhir Mei 2020 lalu. Apalagi, saat new normal dicetuskan, sektor pariwisata termasuk yang dipersiapkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan standar operasi new normal.

Maka, tak heran jika kemudian Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) menyiapkan sektor pariwisata ini. Sebelum dibuka, sektor pariwisata, terutama sektor hotel dan restoran, di Batam harus sudah siap.

Supaya apa? Agar saat pariwisata dibuka, dan wisatawan datang, sektor pariwisata ini sudah siap dan memiliki standar operasi new normal sesuai protokol kesehatan yang disyaratkan pemerintah.

Dan saat ini, dunia pariwisata Batam, terutama hotel dan restoran, sudah siap menerapkan standar operasi new normal pariwisata di masa pandemi Covid-19.

Selama pandemi corona melanda dunia, pariwisata menjadi sektor paling terpukul. Wisatawan mancanegara terutama dari negeri jiran Singapura dan Malaysia berhenti datang dan berimbas pada tutupnya sejumlah hotel dan restoran serta sejumlah tempat wisata lainnya.

Sehigga diharapkan, nantinya ketika pariwisata dibuka dan wisatawan datang, sektor pariwisata ini hidup lagi.

Pariwisata merupakan sektor andalan yang menghidupi banyak sektor dan menyediakan banyak lapangan kerja karena memiliki efek berganda atau muktiplier effects.

Sektor transportasi akan hidup karena wisatawan butuh transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Pariwisata butuh akomodasi. Hotel bintang non bintang, wisma akan buka lagi. Restoran, warung kaki lima dan kedai-kedai akan hidup dan menyerap banyak pekerja. Mal, toko, pusat oleh-oleh akan bergairah lagi.

Jika semua hidup lagi, akan menggerakkan ekonomi Batam. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *