Bukti Baru, Virus Corona Menyebar di Udara: Jangan Lama-lama di Ruang Tertutup

Kabar Baik dari Batam

Bukti Baru, Virus Corona Menyebar di Udara: Jangan Lama-lama di Ruang Tertutup

2 min read

ADA bukti ilmiah virus corona (Covid-19) dapat menyebar di udara selama berjam-jam berupa tetesan kecil di udara stagnan dan dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.

Sebagaimana kami kutip dari Tempo, risiko paling tinggi terjadi di ruangan tertutup yang padat dengan ventilasi yang buruk.

Masih belum jelas seberapa efektif virus menyebar melalui tetesan kecil aerosol dibandingkan dengan tetesan yang lebih besar, yang dikeluarkan ketika orang sakit mengalami batuk dan bersin atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Linsey Marr, ahli aerosol di Virginia Tech menyebut aerosol dilepaskan bahkan ketika seseorang tanpa gejala mengembuskan napas, berbicara, atau bernyanyi. Dia bersama dengan 200 ahli lain telah menjabarkan bukti kuat tentang hal ini kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Satu hal yang jelas adalah orang harus mempertimbangkan untuk meminimalkan waktu di dalam ruangan dengan orang-orang di luar keluarga. Sekolah, panti jompo, dan ruangan bisnis harus mempertimbangkan untuk menambah filter udara baru yang kuat dan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus di udara.

Dilansir dari New York Times, berikut jawaban untuk beberapa pertanyaan yang berkaitan tentang virus corona yang diajukan oleh penelitian terbaru.

Apa artinya virus ditularkan melalui udara?
Virus yang ditularkan melalui udara berarti virus dapat dibawa melalui udara dalam bentuk yang layak. Bagi sebagian besar patogen, ini adalah skenario yang mungkin untuk beberapa jenis virus dan tidak mungkin bagi yang lain.

Misalnya HIV, yang terlalu halus untuk bertahan hidup di luar tubuh dan tidak mengudara. Beda halnya dengan campak yang dapat bertahan di udara dan sangat berbahaya. Virus campak bisa bertahan hingga 2 jam di udara terbuka.

Sementara itu, virus corona memiliki karakteristik yang lebih rumit. Para ahli sepakat virus ini tidak melakukan perjalanan jarak jauh tetapi tetap hidup di luar ruangan. Akan tetapi, bukti menunjukkan virus dapat melintasi panjang ruangan dalam sebuah set eksperimental laboratorium.

Apakah aerosol berbeda dengan tetesan?
Aeorosol adalah tetesan dan tetesan adalah aerosol, keduanya tidak berbeda kecuali dalam ukuran. Para ilmuwan terkadang menyebut tetesan berdiameter kurang dari 5 mikron sebagai aerosol. Sebagai contoh, sel darah merah berdiamater sekitar 5 mikro dan rambut manusia sekitar 50 mikron.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko?
Lakukan sebanyak yang bisa dilakukan di luar ruangan. Meskipun banyak orang mulai pergi ke tempat-tempat umum, terlalu riskan untuk pergi ke tempat publik, terutama tempat tertutup yang memiliki sistem ventilasi tidak baik.

Akan tetapi perlu diingat untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain ketika berada di luar ruangan.

Marr menuturkan, ketika berada di dalam ruangan, satu hal sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan membuka jendela dan pintu. Hal lain yang bisa dilakukan adalah meningkatkan filter di sistem pendingin udara.

Para ahli juga memperingatkan untuk meminimalkan waktu di dalam ruangan tertutup dengan banyak orang tetapi tidak menggunakan masker.

Semakin lama kita menghabiskan waktu di dalam, semakin besar dosis virus yang mungkin akan terhirup. ***
________
Sumber: Tempo
Gambar: Morawska, Milton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *