Anak PAUD Jangan Dipaksa Calistung, Bunda Marlin Ingatkan Fade-out Effect

Kabar Baik dari Batam

Anak PAUD Jangan Dipaksa Calistung, Bunda Marlin Ingatkan Fade-out Effect

2 min read

BUNDA PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina saat bertandang ke TK Negeri Pembina I Sekupang, didampingi Istri Sekretaris Daerah Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin.

BANYAK saat ini yang kurang paham akan fungsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sehingga membuat pendidikan anak terganggu.

Hal ini disampaikan Bunda PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina saat berkunjung ke Taman Kanak-kanak Negeri Pembina I, Kecamatan Sekupang, Selasa (21/7/2020) pukul 09.00 WIB.

Gagal paham tersebut menurut Marlin, dengan mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada anak.

“Siapa tak bangga melihat si kecil bisa calistung. Namun, hati-hati. Jika orangtua tak tepat mengajarkan, hal ini akan membawa dampak negatif untuk perkembangan mental si kecil,” ingat Marlin yang didampingi Istri Sekretaris Daerah Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin.

Inilah yang dia sebut sebagai memudarnya semangat belajar (fading out) seiring berjalan usia si kecil.

“Jadi ada fade out effect. Nantinya saat si anak sekitar kelas 3-4 SD, semangat belajarnya akan terganggu,” ingat Marlin.

Kalau begitu, apa gunanya anak masuk PAUD?

Menurut Marlin, PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 (enam) tahun.

Salah satu upaya dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

“PAUD sangat penting untuk pengembangan sosial dan emosional anak, juga berguna untuk mengasah pengembangan kognitif untuk pertumbuhan fisik anak,” ujar Marlin.

Sebelumnya hal ini juga pernah dijelaskan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar.

Menurutnya, saat PAUD, anak akan belajar tentang cara-cara dasar berpikir lewat dengan bermain. Melalui permainan, anak-anak akan belajar tentang problem solving, bersosialisasi, dan pelajaran-pelajaran dasar lainnya.

“Bermain itu hak mereka dan pekerjaan utama anak-anak itu bermain,” ujarnya.

Pengembangan sosial emosional bisa diberikan melalui pengawasan dan bimbingan. Si kecil bisa diajari cara bereaksi yang dapat diterima dan menyenangkan.

Lewat PAUD, anak-anak akan lebih mudah menerima pemahaman yang diberikan. PAUD juga membuat si kecil berkembang dengan kepribadian sosial dan bisa menjalin pertemanan dengan lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.