Buka Potensi Kepri, Marlin Ingin Optimalkan Akses Transportasi Publik

Kabar Baik dari Batam

Buka Potensi Kepri, Marlin Ingin Optimalkan Akses Transportasi Publik

2 min read

SEIRING pesatnya perkembangan Provinsi Kepulauan Riau, baik penduduk dan ekonominya, maka sudah saatnya pemerintah provinsi memperhatikan transportasi sebagai potensi andalan Negeri Segantang Lada ini.

Hal ini disampaikan Ketua Kerukunan Keluarga Besar Kabupaten Karimun Batam (Kerabat) Barisan Keamanan Daerah (Berkad) Hj Marlin Agustina, dalam acara silaturahmi anggota organisasi tersebut, Senin (20/7/2020) pukul 20.00 WIB.

“Posisi geografis Provinsi Kepulauan Riau terbentang dari selat Melaka sampai dengan laut (Natuna) China Selatan dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Singapore sebagai pusat perdagangan dunia,” beber Marlin.

Dia melanjutkan, Provinsi Kepri memiliki luas wilayah 251.810 km2, yang 96% diantaranya merupakan lautan dan 4% berupa daratan yang di rangkai oleh 2.408 pulau dengan garis pantai sepanjang kilometer.

Di Provinsi ini berdiri lima kabupaten dan dua kota, meliputi Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Tanjungpinang, dan Kota Batam.

“Karena wilayahnya terpisah oleh laut, maka transportasi menjadi hal vital bagi masyarakat menuju ke kabupaten dan kota tersebut. Utamanya transportasi laut,” jelas Marlin.

Misal dari pusat pemerintahan di Tanjungpinang menuju Batam naik kapal selama 1 jam, berikutnya dari Tanjungpinang ke Kabupaten Karimun (kurang lebih 3 jam), dari Tanjungpinang ke Kabupaten Lingga (kurang lebih 4 jam), Tanjungpinang ke Kabupaten Natuna (kurang lebih 12 jam), serta Tanjungpinang ke Kabupaten Kepulauan Anambas (kurang lebih 8 jam).

“Ini baru antar-kabupaten/kota, belum lagi intra-kabupaten/kota. Sebab wilayah kabupaten/kota di Kepri ini banyak pulau,” jelasnya.

Marlin memberi contoh saat ke Kabupaten Anambas, Natuna dan Lingga. Di sana jarak antar kecamatan satu ke yang lain berjauhan. Belum lagi terpisah di beberapa pulau.

Akibatnya, agar mempersingkat jarak pemerintahan, misalnya Kabupaten Natuna, sampai memiliki 15 kecamatan. Meski jumlah penduduknya 74.977 jiwa. Bandingkan dengan Batam yang penduduknya lebih dari 1,1 juta jiwa, tapi hanya punya 12 Kecamatan.

“Untuk itu perlu transportasi yang ada harus ditingkatkan lagi. Tak hanya jumlah dan trayeknya, juga faktor keamanan dan kenyamanannya. Baik di darat, apalagi laut agar pergerakan masyarakat lancar,” sarannya.

Jika transportasi lancar, otomatis potensi akan terbuka. Ekonomi pun bisa bergerak dinamis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *