Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung, Marlin Silaturahim ke LAM Kepri

Kabar Baik dari Batam

Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung, Marlin Silaturahim ke LAM Kepri

2 min read

HJ MARLIN AGUSTINA tiba di Kantor LAM Provinsi Kepri, disambut langsung Ketua LAM Provinsi Kepri Dato Sri Setia Amanah, Abdul Razak beserta jajarannya.

NENEK moyang Melayu mengajarkan kesantunan atau adab kepada anak-cicitnya. Inilah yang tercermin dalam silaturahmi Hj Marlin Agustina ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/7/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam di Kantor LAM Provinsi Kepri, yang berada di Tanjungpinang tersebut disambut langsung Ketua LAM Provinsi Kepri Dato SriΒ Setia Amanah, Abdul Razak beserta jajarannya.

Sementara Marlin sendiri didampingi istri Sekretaris Daerah Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin, yang juga sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam.

“Kalau pergi ke pulau bilang
Dibentang layar naik koleksi
Datang kami bukan sembarang datang
Datang silaturahmi disambut baik…” ucap Marlin membuka maksud dengan sebait pantun.

“Kedatangan saya ke LAM Kepri untuk silaturahmi kepada Datuk dan Datin. Karena saya adalah orang Melayu, jadi harus junjung tinggi adat,” jelasnya.

Menurut perempuan kelahiran Tanjungbalai Karimun ini, sebagai Orang Melayu yang lahir dari ibunda keturunan “Raja”, baginya adat merupakan inti atau nukleus dari peradaban atau sivilisasi Melayu.

Adat jua adalah aspek mendasar dalam menjaga harmoni dan konsistensi internal budaya, yang menjaga keberlangsungan struktur sosial.

“Tradisi silaturahmi ini juga saya lakukan di Batam. InshaAllah hampir semua wilayah Batam sudah saya masuki,” ujarnya.

Kepada Datuk dan Datin LAM Riau, Marlin sempat menyampaikan rasa bangga menjadi warga Kepulauan Riau. Provinsi dengan berjuta potensi.

“Saatnya kita tingkatkan potensi tersebut dengan mengambangkan yang ada. Contoh Pulau Putri, Pulau Nipah, memiliki alam yang indah. Sehingga bila dikelola dengan baik sebagai tujuan wisata, maka akan bisa memberdayakan dan menggerakkan ekono masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ide ini sudah dilakukan Marlin di Batam dengan mengembangkan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam.

Sekadar diketahui, LAM Provinsi Kepri berdiri sejak tahun 2006, untuk menampung aspirasi dan budaya di Kepri.

Disamping itu LAM juga selalu bekerja sama dengan pemangku daerah dan menjadi payung dari berbagai suku. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *