Lestarikan Khazanah Budaya, Marlin Temui Datuk Datin Lembaga Adat Melayu Batam

Kabar Baik dari Batam

Lestarikan Khazanah Budaya, Marlin Temui Datuk Datin Lembaga Adat Melayu Batam

2 min read

HJ MARLIN Agustina saat memasuki LAM Batam.

MELAYU itu kaya khasanah budaya. Ada yang tinggi bagai bintang, kalau rendah pun masih jadi intan. Untuk itu, harus dilestarikan. Hj Marlin Agustina pun terpanggil.

Panggilan ini mengantar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Batam ini bertemu pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Sabtu (25/7/2020) pukul 15.00 WIB. Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) juga hadir di sana.

“Tujuan kami untuk bersilaturahmi sambil memaparkan program pelestarian Khazanah Melayu melalui kerajinan tenun songket di Pulau Ngenang dan karya motif batik Marlin, yang saya lakukan,” jelasnya mengurai maksud.

Mendengar paparan ini, jajaran LAM pun tampak takzim. Di antara mereka ada Ketua LAM Kota Batam yang juga anggota DPR RI Nyat Kadir, Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Kota Batam Hasyimah Nyat Kadir, dan banyak lagi yang lain.

“Rabu (22/7/2020) lalu saya bersilaturahmi dengan LAM Kepulauan Riau,” ujar Marlin yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin.

Tujuan Marlin ke LAM Kepri, sebagai bentuk penghargaan terhadap adat istiadat yang dia junjung tinggi sedari dulu. Apalagi di Kepulauan Riau itu sangat kental budaya Melayu.

𝐁𝐞𝐫𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐬𝐢𝐧 𝐓𝐞𝐧𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐍𝐲𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐝𝐢𝐫
“Cerita sedikit, dulu saya minta bantuan alat tenun, dan Alhamdulillah dibantu oleh Pak Nyat Kadir, dan Alhamdulillah bantuan turun kurang lebih dua bulan,” kenangnya berkisah bagaimana dulu merintis kampung tenun.

Selanjutnya, Nyat Kadir, mantan Walikota Batam itu, meminta agar Marlin membuat kelompok kerja. Awalnya cuma lima orang, akhirnya berkembang hingga kini 20 orang.

“Kenapa saya buat program seperti ini (perajin tenun)? Karena kebanyakan saya melihat ada potensi, dan kebanyakan para pengrajin saya adalah perempuan. Background mereka nelayan, tapi mereka mau belajar. Tinggal dikembangkan saja,” terangnya.

Sekarang saya ada rencana untuk anak SMA agar mau pelatihan tenun dan saya juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk membantu membuat gedung.

Marlin pun menambahkan, alasannya memilih Pulau Ngenang sebagai rumah tenun, karena masih asri, sejuk dan bisa dikembangkan.

“Saya juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan home stay dan Alhamdulillah, sebelum Covid-19 melanda, sudah ada 200 wisatawan mancanegara yang masuk ke sana,” jelasnya.

Dari contoh ini, Marlin menggarisbawahi, agar segala potensi ini dimanfaatkan. Fokusnya saat ini mengembangkan di pulau-pulau.

“Banyak yang bisa dikembangkan, tapi kita lihat mana yang lebih potensial,” ujarnya.

Marlin setuju dengan gagasan Nyat Kadir, agar ke depan bisa membantu usaha kecil mikro dan menengah yang terdampak dengan Covid-19, karena 60% pelakunya ada di Kota Batam.

“Mari bersama kita membangun Kepri dan melangkah menuju lebih baik,” terangnya. ***

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.