Embun Pagi Idul Adha

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi Idul Adha

1 min read

Foto Ilustrasi : Sisi lain Dataran Engku Putri.

TAK TERASA Idul Adha sudah memasuki hari ketiga. Pertanyaan mendasarnya adalah, sudahkah tertanam tertanam dalam sanubari kita kepasrahan tiada tanding seperti yang dilakukan Khalilullah, Nabi Ibrahim? Atau masih gak resap juga?

Idul Adha kerap disebut dengan Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji, sebab dua hal tersebut menjadi pilar penopangnya. Sebagai bentuk pengorbanan, pengabdian dan tiang iman kepada Sang Khalik. Total, tidak nanggung!

Di saat ini, di tengah kepungan wabah Covid-19, Idul Adha datang kembali untuk meledakkan lagi semangat berkorban, ketulusan dan keikhlasan yang kini kian sirna berganti individualisme dan egosentrisme.

Karena itu kembali kami sampaikan lagi pertanyaan di atas: sudahkah tertanam tertanam dalam sanubari kita kepasrahan tiada tanding seperti yang dilakukan Khalilullah, Nabi Ibrahim?

Jika terlalu berat untuk menyamakan dengan Nabi Ibrahim, minimal sedikit saja tanda itu –pentingnya spirit untuk berkorban bagi sesama– ada.

Karena tanpa hal tersebut, yang muncul ialah penyakit-penyakit sosial dan kerusakan tatanan nilai kemanusiaan.

“Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap,” kata Al Ghazali. ***
__________

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.