Jangan Panik, Tetap Cerdas Hadapi Covid-19 Agar Tak Terserang Coronaphobia

Kabar Baik dari Batam

Jangan Panik, Tetap Cerdas Hadapi Covid-19 Agar Tak Terserang Coronaphobia

2 min read

COVID-19 tak boleh dianggap enteng, namun jangan panik juga. Tetaplah cerdas dalam menghadapinya sehingga kita tak gampang termakan isu-isu menyesatkan atau ketakutan berlebihan kepada Corona (coronaphobia).

Ada beberapa petunjuk praktis, bagaimana Anda bisa terhindar dari kegelisahan tersebut. Misalnya dengan mencari atau memahami tahu fakta tentang Covid-19 dan penanganannya.

Lebih gampangnya lagi selalu bersandar pada informasi resmi seperti, para ahli, jurnal ilmu pengetahuan ilmiah atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Misal ada pertanyaan, bagaimana bila kita berpapasan sebentar dengan seseorang yang terakhir diketahui terinfeksi Covid-19? Apa harus langsung tes swab?

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menjelaskan, bahwa berpatokan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Revisi Kelima. Salah satu point dalam keputusan tersebut mengatur tentang ketentuan Swab.

“Di antaranya adalah kontak primer yang bergejala. Yakni, berdekatan dengan jarak satu meter, minimal selama 15 menit maka harus melakukan test swab,” ungkap Didi seperti yang kami lansir dari media Kabarbatam, Sabtu (2/8/2020).

Bila sekadar papasan, selama tidak ada kontak erat tidak diharuskan melakukan test swab. Namun apabila, sambung Didi, seseorang melakukan kontak erat dengan orang bergejala maka baru bisa dilakukan test swab.

“Apabila tidak masuk dalam kriteria kontak erat, seperti yang disebutkan dalam KMK Revisi Kelima, khususnya dengan bergejala maka tidak diharuskan test swab,” tambahnya.

Adapun kriteria kontak erat di Swab itu misalnya tenaga medis atau tenaga kesehatan, atau seseorang yang kontak erat dengan orang bergejala atau tidak dengan jarak satu meter selama 15 menit.

“Kalau sekadar papasan, atau bertemu dan tidak ada kontak erat maka tidak perlu test swab,” ujarnya.

Sementara itu, melansir dari Business Insider, menurut psikolog Baruch Fischhoff, seorang profesor di Universitas Carnegie Mellon, wajar untuk takut dan cemas terhadap penyakit atau flu yang belum kita ketahui asal-usul dan cara penanganannya.

Fischoff menambahkan, sangat penting bagi kita untuk memilah media yang kita baca agar tak terserang coronaphobia. ***
_________
Dilengkapi Sumber: Kabar Batam & Liputan 6
Foto: ilustrasi/Business Builders

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.