Marak Kekerasan pada Perempuan & Anak, Tokoh-tokoh Progresif di Batam Bentuk LBH

Kabar Baik dari Batam

Marak Kekerasan pada Perempuan & Anak, Tokoh-tokoh Progresif di Batam Bentuk LBH

1 min read

Erry Syahrial, dalam sebuah wawancara podcast.

MASIH maraknya diskriminasi terhadap perempuan, mendorong beberapa tokoh progresif di Kota Batam mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Adzkia Madani.

“LBH ini konsen ke masalah perempuan, anak dan keluarga,” ujar pendiri yang juga salah satu motor LBH Adzkia Madani Erry Syahrial, Sabtu (8/8/2020).

Erry berkisah, sepanjang kiprahnya sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kepulauan Riau, dia banyak mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepri dan Batam khususnya masih tinggi.

“Dari sini saya, bersama rekan-rekan di antaranya Mahmud Syaltut, Andi Nurita, SH, Wan Darmayana SH MH, dan Ali Akbar SH, terlecut untuk bergerak. Jangan dibiarkan, karena perempuan adalah tiang sebuah bangsa,” ujarnya bersemangat.

Selain kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Batam dan Kepri, kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan masalah dalam keluarga juga tak kalah tinggi. Semua ini perlu perlindungan hukum.

“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan, sehingga perlu pendampingan dan permberdayaan. Inilah fungsi lembaga mediator untuk memediasi berbagai permaslahan dalam keluarga (family mediator) tersebut,” ujar mantan wartawan ini.

Karena itulah Erry mendirikan LBH Adzkia Madani. Ini semacam lembaga kajian yang meriset berbagai dampak perubahan zaman, pembangunan dan dampak kebijakan pemerintah terhadap perempuan, anak dan keluarga.

“LBH Adzkia Madani adalah LBH, mediator, konsultan SDM dan kajian,” pungkasnya. ***
_______

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.