Menyentuh, Warga Hujani Walikota Batam dengan Doa karena Tepati Janji

Kabar Baik dari Batam

Menyentuh, Warga Hujani Walikota Batam dengan Doa karena Tepati Janji

2 min read

WAKIL Walikota Batam H Amsakar Achmad, saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada peserta didik baru di SDN 10 Batamkota, Senin (10/8/2020).

DUA bulan lalu Walikota Batam H Muhammad Rudi, bilang sedang mengupayakan bantuan seragam untuk murid baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kota Batam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Riau Kepri. Kini janji tersebut ditepati.

Sebanyak 12.467 seragam gratis dibagikan untuk membantu murid SDN se-Kota Batam.

“Hari ini, Alhamdulillah, Bank Riau Kepri menjawab keinginan Wali Kota Batam, Bapak Muhammad Rudi dan pastinya keinginan kita bersama,” kata Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad, saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada peserta didik baru di SDN 10 Batam Kota, Senin (10/8/2020).

Dijelaskan Amsakar bahwa Covid-19 yang terjadi saat ini memberikan dampak terhadap semua sektor ekonomi Kota Batam. Karena itu pihaknya bersyukur di tengah kondisi saat ini Bank Riau Kepri mau membantu Pemko Batam untuk menyediakan seragram gratis.

Tentu saja upaya Walikota Batam H Muhammad Rudi dan Wakil Walikota, H Amsakar Achmad, dihujani doa oleh warga. Mereka dinilai sebagai pemimpin yang amanah karena telah menepati janji memberi bantuan untuk warga.

Mewakili wali murid wilayah Kecamatan Lubukbaja, Masril menyampaikan betapa sulitnya masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Gayung bersambut, di tengah kondisi tersebut, pihaknya bersyukur. ini sebagai bukti hadirnya pemimpin memperhatikan dan membantu masyarakat terdampak.

“Keputusan ini (memberi bantuan) kami nilai bijak dan arif. Terima kasih banyak Pak Wakil Walikota. Dan izin, sampaikan salam kami sama Pak Walikota,” ucap Masril kepada H Amsakar Achmad pada acara penyerahan secara simbolis seragam bagi siswa SD dan SMP wilayah Lubukbaja di Sekolah Pelita Utama, Lubukbaja, Senin (10/8/2020).

Ia mengatakan, pandemi mempengaruhi pendapatan masyarakat. Tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan. Namun segala bentuk perhatian pemerintah sangat meringankan beban masyarakat. “Ada yang jadi menjadi ojek online karena pandemi Covid-19 berhenti. Banyak yang kehilangan pekerjaan,” imbuhnya. ***
________

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.