𝘗𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘯𝘶𝘯 𝘗𝘶𝘭𝘢𝘶 𝘕𝘨𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘕𝘰𝘭 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘦𝘴𝘮𝘪𝘬𝘢𝘯 (1)

Kabar Baik dari Batam

𝘗𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘯𝘶𝘯 𝘗𝘶𝘭𝘢𝘶 𝘕𝘨𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘕𝘰𝘭 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘦𝘴𝘮𝘪𝘬𝘢𝘯 (1)

1 min read

KETUA Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina, saat meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang yang dirintisnya, Rabu (19/8/2020), pukul 15.00 WIB.

𝗗𝗶𝗿𝗶𝗻𝘁𝗶𝘀 𝗠𝗮𝗿𝗹𝗶𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝟮𝟬𝟭𝟴, 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗯𝗮𝘀 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗝𝗲𝗿𝗺𝗮𝗻

SESUATU yang dimulai harus dirawat dan dijaga sepenuh hati. Itulah yang dedikasi dan konsistensi. Semua ini ada dalam jiwa Hj Marlin Agustina, khususnya dalam merintis dan membangun Rumah Tenun Pulau Ngenang.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong Pulau Ngenang untuk menjadi kampung tenun. Semua ini tak lepas dari peran Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Batam Hj Marlin Agustina.

Karena itu, Marlin selalu memantau langsung perkembangan kampung tenun ini. Yang kurang ditambah, ada masalah diselesaikan.

Seperti yang tampak pada Rabu (19/8/2020), pukul 15.00 WIB, Marlin kembali menyambangi pulau yang berada di Kecamatan Nongsa, untuk meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang yang dirintisnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marlin juga meresmikan industri kecil menengah (IKM) Batik “Ngenang Mandiri”, serta membuka Pelatihan Tenun Lanjutan.

Acara yang ikut disponsori Bank Indonesia, BRI, Mandiri dan Bank Riau Kepri itu, ikut dihadiri Camat Nongsa Arfandi, beserta perangkat kecamatan dan kelurahan, Kepala Bank Riau Kepri Batam Burhan, pelaku IKM, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Marlin sedikit berkisah kenapa dia menjadikan pulau ngenang sebagai rumah tenun di Batam, di mana produksinya saat ini sudah tembus ke pasar mancanegara. Tidak hanya negeri jiran, juga Australia hingga Jerman di Eropa.

“Awalnya 2018 lalu ada arahan Ketua TP PKK pusat agar tiap daerah memiliki sentra kerajinan songket,” jelasnya.

Hingga pada saat safari Ramadan, kebetulan ada jadwal Marlin turun ke Pulau Ngenang, dia melihat potensinya luar biasa, baik alam dan masyarakatnya.

Dari sinilah kemudian muncul ide menjadikan ngenang sebagai sentra kerajinan tenun di Batam. ***

(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *