Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

1 min read
SUATU ketika Sayyidina Ali bergegas untuk jamaah salat Subuh. di jalan ia bertemu orang tua yang jalannya pelan dan tenang. Sebagai bentuk penghormatan, Sayyidina Ali tidak mendahului orang tua itu, hingga waktu terbit matahari semakin dekat.

Tiba di pintu masjid, orang tua tersebut tidak masuk. Sayyidina Ali baru tahu bahwa dia seorang Nasrani. Lalu Ali masuk masjid dan mendapati Rasulullah sedang ruku.

Rasulullah memperlama waktu rukuknya agar Sayyidina Ali bisa mengikuti berjamaah.

Usai salat, Sayyidina Ali bertanya “Ya Rasul.. saat salat tadi kenapa Engkau memperlama waktu rukuโ€™ yang sebelumnya tidak pernah dilakukanโ€.

Rasulullah menjawab, โ€œSaat ruku seperti biasa aku membaca Subhanarobbialadzhim lalu saat ingin bangkit (i’tidal) datang Malaikat Jibril. Ia letakkan sayapnya di atas punggungku dan menahanku agak lama. Setelah sayapnya diangkat barulah aku bisa iโ€™tidalโ€.

Mendengar itu para sahabat bertanya “kenapa Malaikat Jibril melakukannya?”. “Saya juga belum bertanya ini”, jawab Nabi.

Lalu datanglah Malaikat Jibril dan memberitahu Nabi. “Ya Muhammad, tadi Ali bergegas berjamaa’ah, di jalan dia ketemu orang tua Nasrani. Ali sendiri tidak tahu bahwa orang tua itu Nasrani. Sebagai bentuk penghormatan, Ali tidak mau mendahuluinya dan memberikan haknya.

Melihat ini, Allah SWT memerintahkan saya untuk menahan rukukmu agar Ali bisa ikut berjamaah. Bahkan yang lebih menakjubkan, Allah juga perintahkan Malaikat Mikail untuk menahan matahari terbit dengan sayapnya agar Ali masih bisa mengikuti waktu subuh”.

Derajat keutamaan ini diberikan karena adanya penghormatan kepada orang yang sudah tua meski ia berbeda keyakinan sekalipun. ***
__________________
Sumber: kitab Al Mawa’id al-Usfuriyah
Foto: Ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ Katabatam.com | Newsphere by AF themes.