Amsakar Ajak Guru jadi Penyambung Lidah Pemko 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘁𝗼𝗸𝗼𝗹 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻

Kabar Baik dari Batam

Amsakar Ajak Guru jadi Penyambung Lidah Pemko 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘁𝗼𝗸𝗼𝗹 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻

2 min read
“𝑃𝑒𝑟𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐶𝑜𝑣𝑖𝑑-19 𝑑𝑖 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑘𝑢𝑝 𝑚𝑒𝑟𝑖𝑠𝑎𝑢𝑘𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑡𝑖. 𝐷𝑖 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑐𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑧𝑜𝑛𝑎 ℎ𝑖𝑗𝑎𝑢, 𝑦𝑎𝑘𝑛𝑖 𝐺𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔, 𝐵𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑛𝑔𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔. 𝐿𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑟𝑎ℎ, 𝑚𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑚𝑢𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑢𝑛𝑖𝑛𝑔…”

PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam meningkatkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Untuk itu, dalam setiap kesempatan Walikota Batam H Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad, terus menyampaikan pentingnya protokol kesehatan.

Semua ini dilakukan sembari menunggu tersedianya vaksin yang kini sedang dikembangkan para ahli.

Imbauan ini seperti yang disampaikan, Amsakar Achmad dalam acara penyerahan secara simbolis insentif bagi guru swasta wilayah Sagulung dan Seibeduk di Mall Top 100, Sagulung, Jumat (28/8/2020) siang.

Paginya, imbauan ini juga disampaikan Amsakar dalam acara serupa untuk guru swasta wilayah Kecamatan Galang, Bulang dan Batuaji di Kampus Unrika Batam.

“Perkembangan Covid-19 di Batam sekarang cukup merisaukan hati. Di Batam hanya tiga kecamatan yang zona hijau, yakni Kecamatan Galang, Bulang dan Belakangpadang. Lainnya, ada yang merah, merah muda dan sisanya kuning,” imbuhnya.

Berdasarkan data laporan harian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam total kasus terkonfirmasi positif di Batam kini mencapai 545 kasus. Rinciannya, 357 orang, masih dirawat 157 orang sedangkan meninggal dunia sebanyak 31 pasien.

“Dari jumlah yang terpapar itu banyak orang yang tidak bergejala atau OTG, macam kita ini. Untuk itu, saya dan pak Walikota tidak bosan-bosannya mengajak kita semua agar tetap laksanakan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan dan rutin berolahraga,” paparnya di hadapan para guru.

Ia menyebutkan, sah-sah saja jika merasa diri sehat, namun ia mengingatkan bahwa OTG bisa menjadi pembawa virus atau carrier yang justru membahayakan orang lain.

Ungkapan Amsakar tersebut diperkuat data, menurut laporan Dinkes dari total 545 kasus, sebagian besar merupakan OTG yakni sebanyak 308 orang, sedangkan 112 merupakan pasien yang menunjukkan gejala tertentu.

Untuk itu, ia kembali menyebutkan penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk dilaksanakan.

“Jadi, semua perlu waspada. Silakan merasa sehat, tapi jangan mengabaikan protokol kesehatan,” ajaknya.

Penerapan protokol kesehatan mutlak harus dilaksanakan, terlebih kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang juga disebut New Normal. Menurutnya, AKB, sesuai namanya merupakan kebiasaan baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang dimaksud.

“Jadi bukan normal seperti sebelum pandemi ini ada,” terangnya.

Untuk acara yang ia hadiri, Amsakar menyampaikan apresiasi karena telah menerapkan protokol kesehatan dari jarak duduk peserta yang sesuai standar, pemeriksaan suhu tubuh hingga pesertanya kompak memakai masker.

Kepada guru-guru tersebut, Amsakar meminta agar menjadi perpanjangan lisan pemerintah untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan.

“Guru adalah tokoh masyarakat, bapak ibu ditinggikan seranting didahulukan selangkah. Selalu jadi referensi masyarakat. Ayo sama-sama kita jaga kota kita tercinta ini,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.