𝗠𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗔𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗕𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟬 (2-Habis)

Kabar Baik dari Batam

𝗠𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗔𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗕𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟬 (2-Habis)

2 min read

KETUA Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina, mendampingi Walikota Batam H Muhammad Rudi dan Direktur Bank Riau Kepri Cabang Batam Burhan, saat membuka Expo Batam Batik Fashion Week 2020 di Dataran Engku Hamidah, Batam Center, Rabu (9/9/2020) sore.

> Diperagakan para Finalis Miss Tourism Worldwide, HMR Beri Apresiasi Kinerja Marlin

BATIK Batam tak hanya mengembangkan sayap di tingkat nasional, namun juga sudah merambah internasional.

Hal ini diungkap Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam Hj Marlin Agustina saat gelaran Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2020 di Dataran Engku Hamidah, Batam Center, Rabu (9/9/2020) sore.

Beberapa kali, Batik Batam mengikuti pameran di negeri jiran; Singapura dan Malayasia. Bahkan, Batik Batam pun sempat dikenakan para finalis Miss Tourism Worldwide 2019.

Dengan begitu, diharapkan batik Batam makin dikenal di seluruh dunia. Marlin pun terus berupaya agar karya batik Batam makin dikenal luas. Keberhasilan Batam dalam mengembangkan batik khasnya ini, akan ia tularkan ke daerah lain se-Kepri.

“Semua daerah punya ciri khas batik. Ke depan, semua batik khas yang ada di Kepri ini bisa dipadukan dalam satu acara besar agar batik asal Kepri bisa dikenal dimana-mana,” ujarnya.

Khusus Batik Batam, kata Marlin, pihaknya sudah mematenkan motif batik yang ada. Total, sudah ada enam motif batik ikan marlin yang dipatenkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ia menyatakan, motif yang ada di Batik Batam merupakan satu-satunya di Indonesia.

Sementara itu, Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR), mengapresiasi upaya Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dalam mengembangkan Batik Batam.

Ia berpesan, agar Batik Batam mempertimbangkan selera pasar agar makin diterima dan dikenal.

“Coraknya harus disesuaikan untuk milenial. Dilihat dulu apa maunya kalangan milenial, kalau suka tak ramai, bikin yang coraknya jarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, HMR bertugas membuka BBFW 2020 yang akan berlangsung hingga Minggu (13/9/2020) mendatang.

Tak hanya corak, ia pun mengingatkan soal warna yang dipilih. Ia meminta para pengrajin hingga desainer, untuk mengikuti selera saat ini. Tujuannya, agar Batik Batam tak ketinggalan zaman.

“Kalau semua sudah sesuai, Batik Batam tak kalah dengan batik yang ada di Jawa,” kata dia.

Jika Batik Batam tak bagus, lanjut pria yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu, orang yang datang ke Batam tak akan melirik Batik Batam.

Untuk itu, ia meminta Batik Batam harus lebih bagus dari batik-batik yang sudah lebih dulu berkembang di Indonesia.

“Kita kota pariwisata, banyak wisatawan yang datang. Buat mereka tertarik untuk membeli Batik Batam sebagai oleh-oleh saat pulang ke daerah mereka masing-masing,” katanya.

Selain itu, untuk promosi Batik Batam pun harus merambah ke wilayah lebih besar lagi. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama melawan Covid-19, agar acara-acara yang akan mempromosikan Batik Batam, bisa lebih meriah hingga ke keluar daerah.

“Kalau Covid-19 sudah selesai, bisa kita kenalkan Batik Batam ke tingkat lebih tinggi lagi. Batik Batam harus lebih berkembang,” ujarnya. ***

(Tim Media Center Pemko Batam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.