Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

1 min read

PROFESOR Rhenald Kasali memberi tips tentang kepemimpinan atau bagaimana menilai layak tidaknya seseorang menjadi pemimpin. Caranya, evaluasi landasan moral mereka. Ya, values-nya.

Pertama, tanya dan periksalah, apakah mereka dikelilingi oleh orang-orang yang punya respek. Mudah kok. Orang-orang yang punya respek tak asal menghina, tidak reaktif. Mereka tidak mencla-mencle.

Orang-orang yang tak punya respek berorientasi pada apa yang diucapkan lawan-lawannya, lalu mencari celah untuk menghina. Bukan untuk menguji. Yang dihina pun adalah aspek-aspek emosional, seperti agama, suku, keturunan, istilah, atau hal-hal lain yang bersifat fitnah.

Kedua, pelajari apakah mereka mencari kebenaran atau pembenaran. Orang-orang yang mencari kebenaran cenderung realistis dan mengakui kesalahan, bahkan tidak mengambil orang-orang yang tak baik dalam teamnya.

Sedangkan yang bekerja dengan pembenaran akan selalu membenarkan yang tidak benar, sekalipun itu perbuatan tercela.

Ketiga, โ€œsakit hatiโ€. Apakah pemimpin tersebut mau menjauhi dirinya dari kelompok sakit hati? Ingatlah, hanya orang-orang yang โ€œsakitโ€ yang punya kegairahan untuk menyakiti orang lain. Orang-orang seperti ini harusnya dikasihani, diterapi, bukan diberi jabatan. Karena mereka dapat menjadi duri dalam daging.

Ingatlah, orang tak akan respek kepada pemimpin-pemimpin yang tak punya respek. Orang-orang seperti itu akan sulit melakukan transformasi, karena kehilangan trust.

“Karena hanya orang “sakit” yang punya gairah menyakiti orang lain,” pungkas ahli manajemen ini. ***
________
Foto: ilustrasi/ Irwansyah St/ Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ Katabatam.com | Newsphere by AF themes.