𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗨𝗹𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗠𝗮𝗿𝗹𝗶𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Kabar Baik dari Batam

𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗨𝗹𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗠𝗮𝗿𝗹𝗶𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

2 min read

> Gandeng Kaum Ibu hingga Milenial, Marlin Perkenalkan Batik Batam sampai Mancanegara

𝘒𝘐𝘗𝘙𝘈𝘏 𝘏𝘫 𝘔𝘢𝘳𝘭𝘪𝘯 𝘈𝘨𝘶𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘷𝘪𝘴𝘪 𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴 7, 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘭𝘢𝘴 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘵𝘢𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘋𝘦𝘸𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘋𝘢𝘦𝘳𝘢𝘩 (𝘋𝘦𝘬𝘳𝘢𝘯𝘢𝘴𝘥𝘢) 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘮. 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.

Batik Batam kini mulai dikenal. Tak hanya di Kota Batam tapi juga mulai tampil di peragaan-peragaan busana mancanegara.

Hal ini tak lepas dari sosok seorang perempuan bernama Marlin Agustina Rudi, perempuan yang lima tahun terakhir menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam.

Marlin memulai pengembangan batik Batam dengan menggandeng ibu-ibu rumah tangga. Sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam, ia mengajak kader-kadernya untuk menekuni dunia membatik.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut para ibu rumah tangga bisa ikut meningkatkan perekonomian keluarga.

“Karena saya juga sebagai Ketua PKK. Perajin batik ini awalnya banyak ibu-ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga yang saya ajak. Tujuannya agar bisa membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Tak sekadar ajakan, Marlin bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam menghadirkan pelatih yang merupakan perajin batik dari tanah Jawa.

Marlin Agustina RudiDorongan yang diberikan tidak berhenti di pelatihan. Marlin pun berupaya mencarikan bantuan modal untuk mereka memulai usaha produksi batik.

Hal itu menjadikan bermunculan puluhan industri kecil menengah (IKM) batik Batam yang dibina Dekranasda di bawah kepemimpinan Marlin. Tepatnya ada 21 kelompok dengan anggota pembatik sebanyak lebih kurang 60 orang.

“Dekranasda telah melahirkan IKM-IKM yang menjadi ikon Batam, di antaranya batik Batam. Dan, salah satu ikon motif batik Batam ini adalah ikan marlin, sesuai dengan nama saya. Dan beberapa motif batik Batam sudah didaftarkan hak atas kekayaan intelektual, termasuk batik marlin. Alhamdulillah,” tuturnya.

Setelah perajin batik Batam satu per satu muncul, Marlin mulai menggeser fokusnya pada pembinaan desainer.

Ibu lima anak ini merangkul anak-anak muda Batam. Mereka diajarkan cara mendesain baju, membuat pola, hingga memproduksi pakaian jadi.

Saat ini, 16 desainer muda sudah lahir dari pembinaan tim Dekranasda bersama perempuan yang akrab disapa Bunda Marlin ini.

Target pelatihan desain umumnya kalangan muda dengan tujuan agar karya busana yang dihasilkan dapat mengikuti tren masa kini.

Tentunya dengan harapan agar batik Batam tidak hanya dikenakan oleh orang-orang dewasa tapi juga kaum milenial.

Setelah produk pakaian berbahan batik Batam hadir, istri Walikota Batam H Muhammad Rudi ini pun mulai menggencarkan promosi. Salah satunya, melalui ajang Batam Batik Fashion Week (BBFW) Marlin mengenalkan batik ke masyarakat umum.

Ia juga melakukan roadshow mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan-kecamatan, hingga tingkat Kota Batam. Melibatkan milenial Pengenalan batik Batam pun tampil pada malam puncak BBFW 2020 yang sebagian besar merupakan karya para milenial.

Peragaan yang dilakukan pada masa pandemi covid-19 ini, membuat pelaksanaan harus mengikuti protokol kesehatan namun tak mengurangi kemeriahan event tahunan ini.

Acara yang membuka ruang bagi anak muda unjuk kreativitas tersebut berlangsung spektakuler digelar di Dataran Engku Hamidah di Batam, pada Sabtu (12/9/2020).

Baca selengkapnya di link ini: https://m.mediaindonesia.com/…/346339-gandeng-kaum-ibu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *