Buka Seminar Bedah Kurikulum TPQ, Marlin Ingin Alquran jadi Sumber “Human Motivation”

Kabar Baik dari Batam

Buka Seminar Bedah Kurikulum TPQ, Marlin Ingin Alquran jadi Sumber “Human Motivation”

2 min read
HJ MARLIN Agustina mengajak Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dapat mencetak generasi cemerlang di masa depan dengan menjadikan Alquran sebagai sumber “human motivation.”
Hal ini disampaikan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam itu usai membuka Seminar Bedah Kurikulum Taman Kanak-kanak Alquran (TKQ), Taman Pendidikan Alquran (TPQ), & TPA, Tahun Ajaran 2020/2021, di Golden View Bengkong, Minggu (20/9/2020) pukul 08.30 WIB.
Dalam wawancara dengan KataBatam Marlin menjelaskan, Alquran adalah sumber ajaran umat Islam dan dinobatkan sebagai bacaan mulia yang bernilai ibadah.
Sebab, Alquran juga memuat tentang akidah, kesucian, akhlak, budi pekerti, keyakinan agama dan berisi tentang ajaran-ajaran sosial, budaya, serta ilmu pengetahuan.
Bahkan Alquran telah menjadi inspirasi pengembangan ilmu pengetahuan modern. Inilah mengapa pentingnya anak-anak dididik sejak dini dengan nilai Alquran.
“Pendidikan anak usia dini sangat penting dalam mendidik anak dengan akhlak dan agama. Salah satunya melalui TPQ.
Untuk itulah kita persiapkan kurikulum yang pas buat generasi masa depan kita ini,” jelasnya.
Marlin tak menafikan bila ada sebagian kaum Muslim yang menjadikan Alquran sebatas bacaan, belum menjadi pemahaman, apalagi diamalkan dan dijadikan sumber human motivation tadi.
Jika pun dipahami dan diamalkan, masih di wiliyah ibadah mahdah, belum sampai ke seluruh aspek kehidupan.
“Tugas kita semua melalui bedah kurikulum tadi saya harap guru TPQ bisa membuat Alquran benar-benar diamalkan oleh anak-anak kelak,” terangnya.
Meski demikian, Marlin juga berharap peran keluarga bisa membantu para guru TPQ untuk mendidik anak-anak di rumah. Inilah yang dia sebut membumikan keluarga Qurani.
Di dalam Alquran, banyak kisah yang menunjukkan bahwa keluarga merupakan tempat yang utama untuk menjalankan hidup yang Qurani tadi.
“Seperti kisah Ali Imran dan keluarganya, kisah Luqmanul Hakim dengan anaknya, kisah Nabi Ibrahim AS dengan Nabi Ismail AS,” terangnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *