Kian jadi Media Darling, RRI Undang Marlin Dialog tentang Geliat Industri Batik Batam

Kabar Baik dari Batam

Kian jadi Media Darling, RRI Undang Marlin Dialog tentang Geliat Industri Batik Batam

3 min read

KETUA Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina saat dialog dengan RRI.

HJ MARLIN Agustina saat ini gencar diundang baik masyarakat dan media massa untuk berdialog. Mereka tertarik pada kiprah nyata yang sudah Marlin lakukan selama ini dalam memajukan organisasi maupun daerah.
Seperti hari ini, Rabu (23/9/2020), Marlin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, diundang Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai narasumber dialog dengan topik “Geliat Industri Batik Batam”, di Gedung Dekranasda, Batam, pukul 13.00 – 14.00 WIB
Dalam kegiatan ini, Marlin didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata.
Marlin banyak menjawab dan menyampaikan paparan tentang perannya memajukan Batik Batam, mulai pelatihan, pengembangan hingga membukakan pasar.
Dari pengamatan kataBatam, ada tiga sesi yang dilakukan dalam dialog tersebut.
𝗦𝗲𝘀𝗶 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 menanyakan tentang apa yang mendorong Marlin memberikan nama Batik Ikan Marlin pada salah satu varian batik Batam.
Serta, berapa banyak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di bawah bimbingan Dekranasda yang sudah menghasilkan karya.
“Saya memilih nama ‘Marlin’ karena (ikan marlin) itu adalah ikan yang paling banyak hidup di perairan Batam dan Kepulauan Riau,” jelasnya lugas.
Tentang berapa banyak IKM batik Batam yang dibina Dekranasda di bawah kepemimpinannya, Marlin menjawab ada 21 kelompok dengan anggota pembatik sebanyak lebih kurang 60 orang.
Masuk 𝘀𝗲𝘀𝗶 𝗸𝗲𝗱𝘂𝗮, pertanyaan mengupas soal Batam Batik Fashion Week, yang kini menjadi trademark baru bagi Batam.
“Potensi apa yang Ibu lihat dari pembatik ini di Batam? Serta Apakah ada rencana ke depan untuk melakukan modifikasi batik Ikan Marlin, agar muncul corak baru?” tanya reporter tersebut.
Marlin menjawab, bahwa setelah usahanya tersebut, membuat perajin batik Batam satu per satu muncul. Saat itulah, Marlin mulai menggeser fokusnya pada pembinaan desainer. Ibu lima anak ini merangkul anak-anak muda Batam. Mereka diajarkan cara mendesain baju, membuat pola, hingga memproduksi pakaian jadi.
“Saya berbangga hati karena semua dihasilkan masyarakat Batam sendiri, mereka yang betul-betul ingin Batam maju. Karya pembatik dan desainer Kota Batam, khususnya anak mudanya sudah mampu bicara di kancah nasional bahkan ke luar negeri. Soal inovasi, kini sudah ada Batik Batam yang diaplikasikan pada kain sifon atau organdi,” kata dia.
Pada 𝘀𝗲𝘀𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗴𝗮, Marlin ditanya bagaimana cara dekranasda untuk menjaring pembatik baru, serta apa harapan Marlin ke depan.
Karena saya juga sebagai Ketua PKK. Perajin batik ini awalnya banyak ibu-ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga yang saya ajak. Tujuannya agar bisa membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Tak sekadar ajakan, Marlin bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam menghadirkan pelatih yang merupakan perajin batik dari tanah Jawa.
Selanjutnya target pelatihan desain umumnya kalangan muda dengan tujuan agar karya busana yang dihasilkan dapat mengikuti tren masa kini. Tentunya dengan harapan agar batik Batam tidak hanya dikenakan oleh orang-orang dewasa tapi juga kaum milenial.
“Saat ini, 16 desainer muda sudah lahir dari pembinaan tim Dekranasda bersama perempuan yang akrab disapa Bunda Marlin ini,” jelasnya.
Terkait apa hadapannya ke depan, Wanita kelahiran Tanjungbalai Karimun tersebut memiliki visi yang sangat luas. Ia ingin menyejahterakan orang banyak melalui aktivitas ekonomi kreatif. Oleh karena itu, tim Dekranasda Batam juga sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.
Dalam mengembangkan batik Batam ini, Marlin juga menggandeng perusahaan dan perbankan. Tanggungjawab sosial perusahaan atau 𝘤𝘰𝘳𝘱𝘰𝘳𝘢𝘵𝘦 𝘴𝘰𝘤𝘪𝘢𝘭 𝘳𝘦𝘴𝘱𝘰𝘯𝘴𝘪𝘣𝘪𝘭𝘪𝘵𝘺 (CSR) dari berbagai bank dimanfaatkan untuk pengembangan batik Batam. Seperti dari Bank Mandiri, Bank Indonesia, Bank Riau Kepri, dan banyak lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.