Pemko Batam Buat Lab untuk Percepat Tes Covid-19, juga Imbau Industri Bikin Lab Mandiri

Kabar Baik dari Batam

Pemko Batam Buat Lab untuk Percepat Tes Covid-19, juga Imbau Industri Bikin Lab Mandiri

2 min read

“𝐿𝑎𝑦𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑑𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑚𝑘𝑜 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑗𝑎, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑠𝑖𝑝𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎 𝑘𝑎𝑤𝑎𝑠𝑎𝑛 (𝑠𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑖) 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑏 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎𝑤𝑎𝑛, 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑖𝑟𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛…”

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang digelar di panggung utama Dataran Engku Putri Batamcenter, Selasa (11/3/2020) pagi.

Kegiatan ini guna meningkatkan upaya penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi, khususnya di Batam.
Salah satu yang mencuat dalam rapat ini yakni peningkatan kapasitas kesehatan dengan mengadakan laboratorium polymerase chain reaction (lab PCR).

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Batam Syamsul Bahrum mengatakan, selain lab yang akan diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, pihaknya juga meminta sektor industri Batam mengadakan lab secara mandiri.

“Dari Pemko Batam, pegadaan lab akan dimasukkan dalam anggaran 2021. Justru yang kami upayakan sekarang, boleh tidak beli labnya dulu dibayarkan 2021,” ucap dia.

Terkait andil industri-industri di Batam, Syamsul menyebutkan akan berkoordinasi lanjut dengan kawasan industri.

“Kami akan surati secara resmi, rapat ini kan mereka hadir juga, tapi surat resmi akan kami sampaikan juga. Ini untuk mereka sendiri,” ucap dia.

𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗔𝗣𝗕𝗗 𝟮𝟬𝟮𝟭 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗧𝘂𝗻𝘁𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗖𝗼𝘃𝗶𝗱-𝟭𝟵
Arahan Mendagri Tito Karnavian, yang disampaikan Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin dalam rapat tersebut, yakni salah satu fokus APBD 2021 diarahkan pada penuntasan Covid-19.

Syamsul menyebutkan APBD Batam pada 2021 untuk kesehatan selain kewajiban 20 persen dari APBD juga dilebihkan sehingga dapat digunakan untuk penanganan Covid-19, termasuk pengadaan lab.
Bahkan ia memperkiran, nilainya mencapai Rp300 miliar lebih, jika asumsi APBD Batam 2021 sekitar Rp 2,9 triliun.

“Bahasa saya adalah porsi 20 persen plus-plus. Artinya, 20 persen sesuai aturan plusnya itu penanganan covid dan vaksinasi. Anggaran 2021 pengesahannya di era saya sebagai Pjs, otomatis siapapun walikotanya nanti menjalankan yang saya teken,” imbuhnya.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin menyebutkan, rapat tersebut ditujukan untuk mempertajam tujuan bersama agar Covid-19 teratasi dan ekonomi kembali ditingkatkan. “Covid-19 ini belum selesai, untuk itu kita harus bersama-sama,” katanya.

Hasil evaluasinya, kata Bahtiar, salah satunya perlu peningkatan kapasitas kesehatan dengan membangun lab.
Kehadiran kapasitas kesehatan ini menambah fasilitas yang sudah ada milik BTKLPP Kementerian Kesehatan.

“Layanan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan Pemko saja, tapi juga partisipasi kawan pengelola kawasan (sektor industri) untuk bikin lab juga untuk melayani karyawan, saya kira ini kita bisa lakukan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, konsen bersama melindungi masyarakat sepanjang pandemi ini ada, selain dengan cara sosialisasi dan juga penindakan yang telah dijalankan.

“Salah satunya perkuat imun, masyarakat yang mampu dapat melakukannya secara mandiri, sisi karyawan disiapkan oleh perusahaan, dan masyarakat miskin oleh pemerintah. Saya kembali katakan, pandemi ini masih ada kita tak tahu kapan berakhir,” imbuhnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.