Setelah Restorasi Meiji, Kini Marlin Kutip Buku “Steve Jobs” untuk Motivasi Milenial

Kabar Baik dari Batam

Setelah Restorasi Meiji, Kini Marlin Kutip Buku “Steve Jobs” untuk Motivasi Milenial

2 min read

CALON Wakil Gubernur Kepulauan Riau nomor urut 3 Hj Marlin Agustina meminta kaum muda tak berhenti untuk selalu “lapar” dalam berusaha dan belajar. Konsep ini Marlin dapatkan dalam buku “Steve Jobs” yang kini dibacanya.

“Ada ungkapan Steve Jobs yang menurut saya bagus. Yakni: tetap lapar, tetap bodoh (stay hungry, stay foolish). Maksudnya kita diminta tak berhenti belajar. Orang yang selalu ‘lapar’ akan terus berusaha menjadikan hidupnya lebih baik,” jelas Marlin saat silaturahmi bersama kaum Milenial Batam di Galeri Batik 37, Lubukbaja, Rabu (2/12/2020).

Marlin pun berharap semangat Steve Jobs ini bisa menular ke kaum milenial Kota Batam dan Kepulauan Riau.

“Buku ini sangat inspiratif sekali. Cocok untuk kaum milenial, sebab sarat pelajaran tentang inovasi, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas,” jelas Marlin yang ditemui usai pertemuan, sembari mengenalkan biografi resmi Steve Jobs yang rilis
24 Oktober 2011 setebal 656 halaman tersebut.

Sebelum mengutip buku Steve Jobs ini, Marlin sempat membedah semangat restorasi Meiji Jepang saat memotivasi kaum milenial Kerukunan Keluarga Besar Kabupaten Karimun Batam (Kerabat) Barisan Keamanan Daerah (Berkad), di Golden Prawn Minggu (29/11/2020).

Menurut Marlin dulunya orang Jepang juga tertinggal karena politik mengisolasi diri dari luar (Sakoku). Sehingga mereka keheranan ketika pada 8 Juli 1853, ada empat kapal uap dan sebuah kapal Induk, Amerika (USS Powhatan), tiba di Pelabuhan Edo, Tokyo.

“Saking belum pernah melihat kapal uap, orang-orang Jepang mengira kapal-kapal itu adalah ular naga besar yang marah, karena mengeluarkan asap hitam,” terang Marlin.

Singkat kata, dari peristiwa ini orang Jepang langsung membuka politik isolasi, mencanangkan program reformasi besar-besaran.
Tujuan utamanya menciptakan sebuah bangsa yang mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa Barat. Reformasi itu kemudian dikenal dengan nama Restorasi Meiji.

Menurut Marlin semangat untuk maju itu harus ditiru. Khususnya bagi anak-anak muda. Caranya dengan siapkan diri raih prestasi dan kompetensi.

Katena itulah Marlin sudah menyiapkan program untuk pengembangan kompetensi bagi kaum muda. Misalnya memperbanyak pendidikan vokasi atau kejuruan.

“Saya bersama Pak Ansar (calon gubernur Kepri pasangan Marlin) menyadari masalah ini. Karena itu akan sekuat tenaga mengarahkan anak muda untuk belajar dengan semangat tinggi agar bisa berprestasi hebat, sehingga mudah menaklukkan dunia kerja,” terangnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *