Warga Negara Asing Mulai Berdatangan ke Museum Batam Raja Ali Haji: This is Amazing!

Kabar Baik dari Batam

Warga Negara Asing Mulai Berdatangan ke Museum Batam Raja Ali Haji: This is Amazing!

2 min read

KEPALA Disbudpar Ardiwinata (kanan), memandu Leo Kao, WNA dari Taiwan dan Slay Lee dari China. sambil menjelaskan koleksi museum, seperti sketsa wajah Nong Isa.

π‘€π‘’π‘ π‘’π‘’π‘š π‘‘π‘–π‘π‘’π‘˜π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘π‘’π‘˜π‘’π‘™ 10.00-20.00 π‘ŠπΌπ΅β€¦

DUA Warga Negara Asing (WNA) di Batam berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, usai dibuka (soft opening) bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-191 tahun, Jumat (18/12/2020) kemarin.

Dua WNA tersebut Leo Kao dari Taiwan dan Slay Lee dari China. Kedatangannya langsung disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata.

Ardi pun mengajak mengelilingi museum sambil menjelaskan koleksi museum, seperti sketsa wajah Nong Isa.

β€œUntuk mendapatkan petunjuk wajah Nong Isa atau Raja Isa bin Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda Riau V bin Daeng Kamboja bin Daeng Parani, kita upayakan dari seorang pelukis sketsa, Marani. Adapun, sketsa itu dilukis berdasarkan penggambaran dari Raja Badrillah, salah satu keturunan ke-7 dari Nong Isa,” katanya, Sabtu (19/12/2020).

Ardi juga menjelaskan khazanah Melayu yang dipajang disetiap dinding museum yakni menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.
Selain menjadi objek wisata, museum ini juga sebagai media edukasi masyarakat Batam, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa.

WNA Taiwan, Leo Kao mengapresiasi atas hadirnya destinasi wisata baru di Batam berupa museum. β€œMuseumnya sangat bagus, dan kita bisa belajar tentang sejarah Kota Batam,” katanya.

Ia mengaku mendapat informasi dari media sosial bahwa ada destinasi baru di Kota Batam. β€œSaya melihat instagram ada museum di Batam jadi saya langsung kesini (museum) sembari menikmati akhir pekan,” ucapnya

Selain WNA Museum Batam Raja Ali Haji juga dikunjungi masyarakat Kota Batam. Selama pandemi Covid-19, sebelum memasuki museum, pengunjung dicek suhu tubuhnya dan disemprotkan hand sanitizer sebagai salah satu protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. ***

Sumber: Media Center Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright Β© Katabatam.com | Newsphere by AF themes.