Jadi Kota Sangat Inovatif, Pemko Batam Raih Innovative Government Award (IGA) 2020

Kabar Baik dari Batam

Jadi Kota Sangat Inovatif, Pemko Batam Raih Innovative Government Award (IGA) 2020

3 min read

WALIKOTA Batam H Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad saat meresmikan taman lampu Dang Anom. Di era kepemimpinannya Batam terus berinovasi.

PEMERITAH Kota (Pemko) Batam tidak henti-hentinya mengukir prestasi. Batam dinobatkan menjadi salah satu penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020 sebagai ‘Kota Sangat Inovatif’ dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tentu kami sangat bersyukur atas capaian-capaian ini. Alhamdulillah Batam terus mendapat penghargaan,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Senin (21/12/2020) pagi.

Seperti diketahui, predikat Sangat Inovatif ini merupakan salah satu dari sekian banyak penghargaan di bawah kepemimpinan Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad.

Pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah dengan predikat sangat inovatif dan terinovatif, berdasarkan pengukuran indeks inovasi daerah tahun 2020, merupakan apresiasi pemerintah pusat terhadap semangat daya upaya serta keberhasilan pemda dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan cara-cara inovatif.

Kegiatan pelaksanaan pengukuran indeks inovasi daerah mengikutisertakan 15 dewan juri dari Kementerian/Lembaga terkait, media dan berbagai instansi ataupun lembaga yang memiliki kredibilitas baik lainnya.

Jefridin menyebutkan, penghargaan-penghargaan tersebut menjadi pelejit untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan daerah yang semakin baik.

“Inovasi-inovasi itu seperti pelayanan saat Pandemi Covid-19, protokol kesehatan tidak hanya diterapkan di instansi pemerintah namun juga di swasta seperti, hotel restauran dan lainnya. Juga, semua penggunaan APBD dilakukan non tunai. Ini beberapa contoh, kenapa kita diberi predikat sangat inovatif,” papar dia.

𝗝𝗲𝗳𝗿𝗶𝗱𝗶𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗴𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗼 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺
Jefridin juga menyampaikan, baru-baru ini Batam meraih dua penghargaan sekaligus dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2020. 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 𝐝𝐢𝐧𝐨𝐛𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐒𝐦𝐚𝐫𝐭 𝐄𝐜𝐨𝐧𝐨𝐦𝐲 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐥𝐚𝐭𝐟𝐨𝐫𝐦 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam H Jefridin, melalui virtual di Kantor Walikota Batam, Senin (5/10/2020) lalu.
Dalam penghargaan The 4th Indonesia Smart Nation Award (ISNA) ini,
𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐢𝐧𝐨𝐯𝐚𝐬𝐢 𝐀𝐩𝐥𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐤𝐮𝐥𝐚𝐧 dan memiliki Platform Belajar dan Mengajar terbaik.
Inovasi yang dimiliki Batam dinilai menjadi contoh semua daerah se-Indonesia untuk mengembangkan ide serta kreativitas terutama saat Covid-19.

Batam menjadi kota pintar dari sisi ekonomi dan memiliki Platform belajar mengajar terbaik setelah mendapat penilaian dari sembilan dewan juri yang menelusuri ragam inovasi di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Sebelumnya, Batam juga mendapat apresiasi serupa yang menobatkan Walikota Batam terbaik.

Dari 514 kabupaten/kota, mengerucut menjadi 175 kavupaten/kota yang memiliki inovasi, totalnya 248 inovasi. Kemudian kembali mengerucut menjadi 183 inovasi yang berkaitan dengan Covid-19.
Dari 183 inovasi ini juga diseleksi kembali dan ditemukan 60 inovasi murni dari Pemerintah Daerah dan ditetapkan 30 inovasi terbaik di ragam kategori; Smart Economy, Smart Goverment, Smart Branding, Smart Society, Smart Living, Smart Mention.

“Pimpinan terus mendorong kita berinovasi, dan alhamdulillah inovasi yang kita buat mendapat apresiasi dan menguatkan Batam sebagai smart city,” ujar Sekda.

Sekda mengatakan, aplikasi Bakulan merupakan inovasi Pemko Batam yang diluncurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam.
Aplikasi berbasis android tersebut sebagai layanan daring penjualan produk pertanian Batam. Produk yang dijual di aplikasi Bakulan ini adalah hasil produksi kelompok tani di Kota Batam.

“Pemko Batam akan terus berinovasi demi peningkatan layanan kepada masyarakat Kota Batam,” ujar Jefridin.

Ia mengatakan, aplikasi ini selain untuk memudahkan masyarakat peroleh bahan pangan, juga guna mendukung usaha pertanian lokal agar punya wadah untuk menjual hasil pertaniannya.

Dengan berbelanja di Bakulan, juga mendukung para petani dan peternak. “Konsumen juga dimudahkan karena tak perlu keluar rumah, barang yang dibutuhkan diantar langsung ke alamat. Apalagi di masa Covid-19 harus meminimalisir kontak fisik, tentu sangat membantu,” kata dia.

Kemudian, untuk Platform Belajar dan Mengajar, Batam sangat konsen di sektor pendidikan di tengah pandemi ini. Meski masih kondisi pandemi, proses belajar dan mengajar tidak terganggu dengan cara dan metode yang menyesuaikan situasi saat ini.

“Untuk Platform Belajar Mengajar terbaik hanya ada tiga daerah se-Indonesia; Batam, Bojonegoro, dan Tangerang,” ujarnya. ***

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *