Terima Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia, Ini Pantun Pujian HMR untuk Marlin

Kabar Baik dari Batam

Terima Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia, Ini Pantun Pujian HMR untuk Marlin

2 min read

KOTA BATAM masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Maka itu, para pemangku kedudukan di negeri Melayu ini, wajib kenal dan berpantun di setiap membuka acara.

Hal ini disampaikan Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat membuka Peluncuran dan Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia, yang dihelat Perkumpulan Rumah Seni Asnur, di Golden Prawn, Bengkong, tadi malam, Minggu (27/12/2020).

“Sebagai pejabat wajib memberi contoh,” jelas HMR yang malam tersebut mendapat tiga penghargaan sebagai: 1, Penulis Pantun Budaya Indonesia, 2, Walikota Peduli Pantun, dan 3, Batam Penulis Pantun Terbanyak.

Penghargaan tersebut wajar saja diberikan, sebab HMR kerap menulis sendiri pantunnya setiap membuka acara.

“Satu hari saja, Bapak Ibu, ada sekitar tiga acara. Jika satu acara saja ada (membacakan) empat pantun, dua pembuka dan dua penutup, maka sudah 12 pantun yang harus ditulis. Bayangkan saja jika dijumlah selama 5 tahun,” ujar yang saat itu tampil dengan baju pembesar Melayu warga biru.

Kemudian HMR mencontohkan pantun yang dibuatnya selama masa kampanye, saat maju sebagai Walikota Batam dan istrinya, Hj Marlin Agustina sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Karena HMR pasangan calon nomor urut 2, dan Marlin nomor urut 3, maka pantunnya bernuansa 2 dan 3.

“Pantunnya seperti ini. Ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih,” jelasnya sembari membacakan pantun yang dimaksud:

2 – 3 𝘬𝘶𝘤𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪
𝘔𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪 𝘬𝘶𝘤𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨
2 – 3 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪
𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩

HMR kemudian kembali membacakan sebait pantun yang sudah ditulis lebih seabad lamanya.

“Ini pantun dari nenek moyang kita. Sebenarnya orang dulu sangatlah sopan dalam menyampaikan niat kepada orang lain. Maka jarang disampaikan langsung. Biasanya melalui kiasan ataupun melalui pantun,” jelasnya.

Namun HMR buru-buru menjelaskan agar pantun ini tak ditafsirkan yang lain lain. “Ini khusus buat istri saya,” terangnya.

𝘛𝘢𝘫𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘳𝘪𝘴 𝘴𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘳𝘢𝘫𝘢
𝘈𝘴𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘫𝘢
𝘏𝘪𝘵𝘢𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢
𝘉𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘬𝘢𝘳 𝘯𝘢𝘮𝘢?

HMR menyebut pantun yang baru dibacakannya tadi ditulis 150 tahun lalu. Orang dulu sangat pemalu, sehingga biasa menyampaikan sesuatu melalui pantun.

Kemudian dia melanjutkan dengan pantun ketiga:

𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘢𝘪 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯
𝘉𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯
𝘈𝘥𝘪𝘯𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯
𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘥𝘢𝘮𝘢𝘯

“Idaman saya adalah ibu Marlin Agustina, bapak ibu sekalian,” jelasnya diselingi tawa.

Kali ini ruangan convention di Golden Prawn itu berguncang hebat oleh guruh tepuk tangan dan tawa hadirin yang di antaranya adalah pejabat teras Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Batam dan Kepri itu. ***
______
Foto: Dokumentasi 2019 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.