Gowes 106 KM, Jefridin Masuki Titik-titik Bencana di 9 Kecamatan Sambil Beri Solusi

Kabar Baik dari Batam

Gowes 106 KM, Jefridin Masuki Titik-titik Bencana di 9 Kecamatan Sambil Beri Solusi

2 min read

SEKDA Jefridin saat meninjau tanah longsor yang berpotensi merusak rumah di atasnya.

SETELAH Sabtu (2/1/2021) turun langsung ke “mata banjir” untuk mencari solusinya, Minggu (3/1/2021) pagi Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin lanjut lagi memasuki titik-titik bencana. Kali ini dengan bersepeda.

Jefridin berangkat dari rumahnya di Tiban 1 usai salat Subuh. Hujan tak lagi Surutkan langkahnya. Hal ini bagian dari kesiapsiagaannya melakukan monitoring dan turun kebawah guna mitigasi bencana.

“Saya akan meninjau titik-titik bencana di sembilan kecamatan di mainland, sebagai mana perintah Pak Wali (Wali Kota Batam H Muhammad Rudi) untuk bahan rapat besok (Senin, 4/1/2021),” jelas suami Hj Hariyanti Jefridin ini sambil mengayuh sepeda lipatnya.

Kecamatan yang dikunjungi Jefridin tersebut adalah, Sekupang, Lubukbaja, Batuampar, Bengkong, Batamkota, Nongsa, Seibeduk, Sagulung dan Batuaji.

Jika acara gowes umumnya penuh canda tawa, namun yang ditempuh Jefridin ini beda 180 derajat. Namanya juga masuk ke area bencana, perjalanan kali ini ibarat adegan dalam film action.

Selalu ada peristiwa menegangkan yang ditemui di sepanjang perjalanan. Kami mencatat ada 6 peristiwa penting yang Jefridin ditemui.

  1. Di Tanjunguma melihat perkembangan musibah rumah yang dihantam kapal tongkang yang kini sudah dalam proses penyelesaian antara warga dan pihak pemilik kapal.
  2. Di Kampung Pelita, melihat bencana tanah longsor di tebing belakang Samsung Centre dan toko ban Bridgestone. Penanganan sementara adalah mengevakuasi dua kepala keluarga yang tinggal di atas tebing ke rumah dinas camat Lubukbaja.
  3. Pohon tumbang di terowongan Pelita yang sudah ditangani Dinas Perakimtan perkim.
  4. Di Kelurahan Baloi Indah, jalan masuk antara Kezia ke Anggrek Permai RT. O8, 06 dan 09 RW. 06, situasi sangat memprihatinkan dan perlu dibangun batumiring sepanjang 120 meter dan tinggi 5 meter.
  5. Masih di Kelurahan Baloi Indah, teoatnya di RT.03 RW.06 Anggrek Permai belakang Vihara Manggala, meninjau normalisasi/pengerukan. Serta di RT.09 RW.05 Batu Batam Vista sampai Rumah Duka.
  6. Meninjau penanganan genangan air di Nongsa, tepatnya sepanjang jalan dekat kantor kecamatan.

Sebenarnya banyak lagi titik musibah yang ditemui Jefridin di beberapa kecamatan lain, misal tiang listrik tumbang sebelum southlink, tanah longsor di SDN 008 Bengkong. Semua sudah langsung ditangani dengan baik.

𝗔𝗽𝗮 𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶𝗻𝘆𝗮?
Data yang dikumpulkan Jefridin sejak kemarin dan hari ini, akan ia sampaikan dalam rapat besok (Senin, 4/1/2021) bersama seluruh camat, kepala organisasi perangkat daerah, hingga bagian di Badan Pengusahaan Batam.

“InshaAllah rapat pukul 08.00 besok dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi,” ungkap Jefridin.

Menurut Jefridin, penanganan bencana ini tergantung kadarnya. Ada yang ditangani langsung dinas terkait, seperti pohon tumbang dan sejenisnya.

Ada juga yang melibatkan kerjasama antara OPD, pihak kecamatan dan masyarakat. Misal penanganan saluran air yang tersumbat oleh sampah.

Namun jika skalanya besar, hingga melibatkan beberapa OPD, dan membutuhkan biaya, maka akan dibahas dalam rapat gabungan. “Inilah yang akan kita bahas bersama Pak Wali besok,” terangnya.

Soal biaya, Jefridin menyebut tak harus memakai APBD yang sudah ditetapkan sehingga memerlukan pembahasan rumit. “Bisa menggunakan dana darurat yang memang ada untuk penanggulangan bencana,” terangnya.

Usai menjelajahi kecamatan sekaligus memetakan sumber masalah, gowes pun berakhir. Tak terasa total 106,5 kilometer khatam ditempuh. “Alhamdulillah, kita semua selamat sampai tujuan,” syukur Jefridin. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.