Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Langsung Respon 40 Usulan Warga

Kabar Baik dari Batam

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Langsung Respon 40 Usulan Warga

2 min read

WARGA Kelurahan Kampung Pelita mengusulkan 40 kegiatan prioritas di 2022 kepada Wali Kota Batam H Amsakar Achmad.

Hal itu disampaikan warga saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Gedung Payung Perkasa, Kampung Pelita, Lubukbaja, Selasa (2/2/2021).

Adapun usulan warga tersebut sudah melalui pra Musrenbang dan sudah melalui penyaringan sesuai prioritas pembangunan.

Dari 40 kegiatan yang diusulkan, di antaranya; lampu penerangan jalan sebanyak 25 titik di Pelita 1, pembangunan gedung posyandu, pembangunan batu miring di Pelita 7, tembok penahan tanah di RT 002, pembangunan drainse di Griya Pelita Mas, jalan penyebrangan orang di Jalan Raden Patah, dan sebagainya.

Usulan warga tersebut langsung direspons sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Kota Batam.

Adapun usulan prioritas tersebut nantinya akan dibahas di Musrenbang tingkat kecamatan hingga kota yang akan dilaksanakan di kemudian hari.

Usulan warga tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad. Ia mengatakan, proses Musrenbang tersebut harus dilakukan agar pembangunan yang akan dilakukan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Namun, Amsakar meminta masyarakat juga bersabar karena tidak semua usulan dapat dilakukan karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tapi yakinlah, melalui perencanaan yang matang, yang benar-benar prioritas akan dilaksanakan,” ujar Amsakar yang saat itu didampingi Ketua TP-PKK Kota Batam yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau terpilih, Hj Marlin Agustina Rudi.

𝗞𝗲𝗴𝗶𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗶𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟮
Amsakar pun membuka sesi tanya jawab dan tanggapan terkait usulan warga. Ia menyampaikan, hasil rencana ini akan dilaksanakan untuk kegiatan 2022 nanti. Ia berharap, usulan warga tersebut benar-benar prioritas yang sudah dibahas dalam pra Musrenbang.

“Kalau ada yang tidak terakomodir di kota, kita coba dibahas di provinsi. Jangan pernah risau kalau tidak ada terakomodir. Sebetulnya semua usulan ini mau kami penuhi, apa daya APBD terbatas sehingga harus terseleksi per tahap,” kata dia.

Ia mengungkapkan, untuk anggaran 2022 diproyeksikan Rp3,1 triliun. Namun anggaran tersebut dinilai sangat sedikit untuk melayani 1,3 juta warga, 64 kelurahan, dan 12 kecamatan di Kota Batam.

Oleh sebab itu, Amsakar meminta masyarakat untuk merumuskan dan mengawal kegiatan yang benar-benar prioritas bukan atas dasar kepentingan kelompok atau sebagainya.

“Kalau usulan itu untuk kepentingan masyarakat luas, saya yakin akan disetujui usulan ini,” kata dia.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Batam Hj Marlin Agsutina Rudi, sejumlah Kepala OPD Batam, Camat Lubukbaja, tokoh masyarakat hingga RT dan RW.

Sementara itu, Lurah Kampung Pelita, Mohammad Farhan, melaporkan Musrenbang tersebut sudah melalui pra Musrenbang dan ditetapkan 40 usulan prioritas di 2022. Farhan juga melaporkan, untuk kegiatan 2021 ini, ada 12 kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Tahun 2020 juga sudah ada empat kegiatan yang dilakukan seperi tiga gedung serba guna dan satu gorong-gorong,” katanya. ***
___________
Sumber: Media Center Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *