Ikut Panen Padi di Lingga, Wagub Marlin Gaungkan Swasembada, Jaga Stabilitas Kepri

Kabar Baik dari Batam

Ikut Panen Padi di Lingga, Wagub Marlin Gaungkan Swasembada, Jaga Stabilitas Kepri

2 min read


WAKIL Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina melihat pentingnya petani sebagai penjaga ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas daerah. 

Tekad untuk swasembada pangan ini digaungkan Marlin saat kunjungan perdana sambil memanen padi di Kabupaten Lingga, Bunda Tanah Melayu yang juga wilayah lumbung padi di Kepri, Minggu (21/3/2021).

Meminjam istilah Bung Karno, Marlin menyebut petani sebagai kepanjangan dari Penjaga Tatanan Negara Indonesia. 

“Ayo manfaatkan lahan untuk berbagai tanaman yang bisa membantu ekonomi di masa pandemi,” ajaknya.

Sektor pertanian dan perkebunan, menurut Marlin memiliki prospek bagus di kala pandemi.

“Padi ini, misalnya, menjadi sumber pendapatan dan mata pencaharian yang baik, meski luas daratan Kepri hanya empat persen. Yang jelas segala peluang itu harus dimanfaatkan, terlebih untuk memperkuat ketahanan pangan Kepri,” ujarnya.

𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗣𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗿𝗶𝗲𝘁𝗮𝘀 𝗧𝗼𝗹𝗼

Panen pertama yang dihadiri wagub, adalah panen perdana untuk padi ketan varietas tolo, milik Suradi. Petani berusia 50 tahun tersebut menanam di sawahnya, Desa Kerandin SP 2, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.

Jenis padi ketan tolo ini, mulai penyemaian sampai panen membutuhkan waktu enam bulan. Padi ini memang berbeda dengan panen padi yang memerlukan waktu 110 hari.

Suradi mengaku bahagia dengan kehadiran Wagub Marlin pada panen padi di sawah seluas seperempat hektare miliknya itu. Apalagi Wagub Marlin datang bersama Bupati Lingga M Nizar dan Ketua TP PKK Lingga.

Dia menjelaskan, untuk lahan satu hektare varietas ketan tolo, setelah dilakukan pengubinan atau hitungan rata-rata, bisa menghasilkan 2,1 ton.

Jumlah itu memang separo dari varietas inpari 42 GSR di Bukit Langkap, Lingga. Di sini, Wagub Marlin juga ikut memanen di lahan seluas satu hektare milik Syahidin. 

Namun, panen kali ini digunakan untuk pembenihan kembali. Waktu panen sejak tanam hingga masak memerlukan 110 hari. Hasil pengubinan, didapat sebesar 4,2 ton per hektare. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *