𝗛𝗮𝗿𝘀𝗶𝗮𝗿𝗻𝗮𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟭, HMR: Lembaga Penyiaran Harus Bangun Optimisme Lawan Covid-19

Kabar Baik dari Batam

𝗛𝗮𝗿𝘀𝗶𝗮𝗿𝗻𝗮𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟭, HMR: Lembaga Penyiaran Harus Bangun Optimisme Lawan Covid-19

2 min read


LEMBAGA penyiaran harus menjadi bagian yang ikut membangun optimisme bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir.

Demikian pesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR) dan H Amsakar Achmad, sempena peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) 2021, sekaligus menjadikannya momentum kebangkitan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. 

HMR menekankan, seluruh insan penyiaran menjadi kekuatan pendorong kebangkitan ekonomi nasional. 

Sebelumnya, dalam perayaannya Harsiarnas ke-88 sendiri, KPI menggelar kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) sebagai rangkaian dari Harsiarnas 2021 yang telah dibuka di Batam, pada Senin (15/3/2021) dan puncaknya dilaksanakan pada Kamis, (1/4/2021) di Solo, Jawa Tengah.

“Semoga penyiaran terus tumbuh dan berkembang, termasuk di Batam yang termasuk daerah perbatasan, sehingga menjadi benteng dari luberan informasi melalui siaran asing,” kata Rudi, Kamis (1/4/2021).

Ia berharap, insan penyiaran khususnya di Batam bersama pemerintah terus mengajak dan mengedukasi masyarakat Batam untuk menerapkan protokol kesehatan. 

Sesuai tema Harsiarnas kali ini, Penyiaran sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi.

“Semoga cepat pulih dan ekonomi Batam cepat bangkit lagi,” sambungnya.

𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗮𝗿𝗻𝗮𝘀 

Adapun puncak Hasiarnas 2021 dilaksanakan di Solo. Terpilihnya Solo karena faktor sejarah yang sangat lekat dengan dimulainya penyiaran nasional. 

Peringatan Harsiarnas diharapkan pula menjadi momentum bagi seluruh insan penyiaran melakukan refleksi dan meneguhkan tujuan penyiaran, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkukuh integrasi nasional.

Untuk diketahui, Harsiarnas ditetapkan pertama kalinya oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional.

Hari Penyiaran Nasional pada 1 April ini ditetapkan atas pertimbangan bahwa pada tanggal tersebut atau tepatnya 1 April 1993 merupakan hari dibentuknya radio Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Solo, Jawa Tengah.

SVR diprakasai oleh KGPAA Mangkunegoro VII yang melihat perlunya media pemersatu dan perjuangan bangsa. Artinya SVR merupakan radio pertama yang dimiliki oleh orang Indonesia. Selain itu, pada 1 April 2010 juga telah diadakan deklarasi Hari Penyiaran Nasional oleh para pemangku kepentingan di bidang penyiaran. ***

_______

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *