𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗪𝗼𝗻𝗱𝗲𝗿𝗳𝗼𝗼𝗱 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗮𝗻 Kerek Omset Pelaku UMKM: Alhamdulillah Banyak yang Beli

Kabar Baik dari Batam

𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗪𝗼𝗻𝗱𝗲𝗿𝗳𝗼𝗼𝗱 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗮𝗻 Kerek Omset Pelaku UMKM: Alhamdulillah Banyak yang Beli

2 min read

HINGGA hari ke-5 Ramadan, Sabtu (17/4/2021) warga Kota Batam terus membanjiri gerai demi  gerai di arena Batam Wonderfood Ramadan, besutan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. 

“Alhamdulillah saya jualan es buah dan bakso seafood, dan kerak telur, omsetnya meningkat bisa sampai jutaan,” ucap Yunita, salah seorang pedagang.

Selain kuliner, Batam Wonderfood Ramadan juga diikuti asosiasi dan komunitas, di antaranya dari Perwakilan dari Komunitas Ikan Hias Piayu Kota Batam. 

“Alhamdulillah banyak yang beli,” ucap Rinaldi, yang mengaku pertama kali mengikuti bazar selama pandemi Covid-19. 

Adapun ikan hias yang ditawarkannya adalah cupang halfmoon, cupang avatar, cupang plakat, cupang multicalor, garam ikan, ekstrak ketapang, palet ikan. Untuk harga, bervariasi mulai dari Rp10 ribu. 

“Kami juga memberikan tips kepada pengunjung cara merawat ikan cupang diantaranya menganti air secara rutin, perawatan ekstrak ketapang, garam, dan makanan,” sebutnya.

Wali Kota Batam H Muhammad Rudi memang berupaya meningkatkan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Batam di tengah pandemi Covid-19 ini. 

Salah satunya lewat Batam Wonderfood Ramadan, yang digelar di Taman Dang Anom, Batam Center, dari 10 April- 2 Mei 2021. 

Bazar bertajuk “Jom Balek Kampong” ini menghadirkan kuliner tradisional sampai kekinian. 

Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata menjelaskan, sebanyak 56 stand kuliner ikut berpartisipasi, terdiri dari 32 stand UMKM)L Kota Batam, 12 stand UMKM binaan Disbudpar Kota Batam, dan 12 stand yang mewakili 12 kecamatan yang ada di Kota Batam, serta coffee corner atau kafe pojok. 

“Masyarakat sangat antusias berburu takjil untuk berbuka puasa di Batam Wonderfood Ramadan,” kata Ardiwinata, Jumat (16/4/2021). 

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗣𝘂𝗸𝘂𝗹 𝟭𝟱.𝟬𝟬-𝟮𝟬.𝟬𝟬

Di sini, pengunjung bazar dapat menjumpai aneka prata atau roti canai sejenis roti yang disajikan dengan kari kambing, lemang yakni penganan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu.

Ada juga kue putu piring yakni kue tepung beras tradisional berbentuk bulat atau camilan manis yang diisi dengan gula aren khas Melayu, seafood bakar khas Melayu, ketan durian.

Selanjutnya, gado-gado, epok-epok, pempek, tekwan, teh tarik, teh obeng, mie ayam, bakso, dan sebagainya. Bahkan ada juga kuliner kekinian seperti mie, corndog, cheese cake, salad buah, yakitori, mangga sago, dan banyak lagi.

Ardi mengaku bazar tersebut dapat meningkatkan ekonomi pelaku UMKM Kota Batam karena sejak dibuka mulai pukul 15.00-20.00, bazar sudah diserbu pengunjung. 

Namun dalam hal ini Ardi terus mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. 

“Kita terus mengingatkan kepada pengunjung untuk memakai masker, dipintu masuk ada petugas yang mengecek suhu tubuh, menyemprotkan hand sanitizer, dan kita juga menyediakan masker,” terangnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *